POLA INTERAKSI DALAM EKOSISTEM
- Siswa mampu menyebutkan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan dengan benar
- Siswa mampu membedakan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan disertai contohnya dengan benar
- Siswa mampu membedakan Rantai makanan, Jaring-jaring makanan, dan Piramida Makanan dengan tepat
- Siswa mampu menganalisis interaksi keterkaitan Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan dalam ekosistem dengan teliti
- Siswa mampu memprediksi akibat hilangnya peran produsen atau konsumen dalam suatu Rantai makanan, atau jaring-jaring makanan
Add a subheading by akhmad nasorDalam ekosistem terdapat interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya, serta antar mahluk hidup itu sendiri. Jika dalam sebuah ekosistem terdapat dua mahluk hidup yang berbeda jenis, misalnya seekor katak dengan seekor capung, maka yang terjadi adalah capung akan dimangsa oleh katak karena capung merupakan makanan bagi katak. Seperti kita ketahui dalam ekosistem tidak hanya terdapat dua jenis mahluk hidup yang berbeda, tetapi ada berbagai jenis mahluk hidup yang menempati sebuah ekosistem. Dengan demikian tentunya akan terdapat beberapa pola interaksi diantara mereka. Nah, bagaimana interaksi diantara mereka ya? Adakah interaksi yang saling menguntungkan diantara mereka? Lebih lengkapnya kita pelajari bersama yuk!!
Sebenarnya ada beberapa pola interaksi antar mahluk hidup. Pola interaksi tersebut dapat saling menguntungkan, merugikan satu pihak, menguntungkan satu pihak tetapi pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan, dua pihak saling memperebutkan satu hal, serta pihak yang satu menghambat pihak yang lain. Adapun pola-pola interaksi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Predasi
2. Netralisme
3. Kompetisi
5. Simbiosis
- Simbiosis Mutualisme
contoh : Simbiosis antara lebah madu dengan tanaman berbunga. Lebah madu diuntungkan karena mendapatkan makanan dari bunga, sedangkan bunga juga diuntungkan karena dibantu dalam proses penyerbukan. Contoh simbiosis mutualisme yang lain adalah simbiosis antara burung jalak dengan badak hitam, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan, flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam.
- Simbiosis Parasitisme
contoh :
Tumbuhan tali putri (Cuscuta filiformis) dengan tanaman inangnya. Tumbuhan tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada tumbuhan lain serta menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya sehingga merugikan
Benalu (Loranthus sp.) dengan tanaman inang. Benalu tidak mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap air dan unsur hara dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada batang tanaman inang dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk menyerap air dan unsur hara dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan.
Cacing perut (Ascaris Lumbricoides) dengan usus manusia . Cacing mengambil dan menyerap sari makanan, manusia dirugikan sehingga manusia kurus kekurangan gizi.
Kutu yang menghisap darah manusia. Kutu merupakan ektoparasit. Kutu biasanya menempel di kulit hewan mamalia dan manusia. Makanan kutu adalah darah inang. Kutu mengambil makanan dengan cara menggigit kulit inang lalu mengisap darahnya.
- Simbiosis Komensalisme
Merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan.contoh :Ikan hiu dengan ikan remora. Ikan remora sebagai hewan kecil yang hidupnya sering bersamaan dengan ikan hiu . Ikan remora dapat menempel pada ikan hiu, karena memiliki alat untuk menempelkan tubuhnya pada ikan hiu . Ikan hiu sekalipun diikuti oleh remora tidak untung dan tidak dirugikan oleh ikan remora, sedangkan ikan remora mendapat keuntungan dari ikan hiu yang berupa energi untuk berpindah tempat, dan memperoleh makanan dari sisa makanan dari ikan hiu.Bunga anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. Bunga anggrek merupakan tanaman epifit, yaitu tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis. Jadi, epifit tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.Ikan badut dengan anemon laut. Ikan badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan zat racun yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai karena kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari musuhnya karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.RANTAI MAKANAN
RANTAI MAKANAN
Komponen Rantai Makanan
- Produsen (organisme autotrof) merupakan makhluk hidup yang bisa memproduksi makanan sendiri. Sebagai contoh adalah tumbuhan.
- Konsumen merupakan makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Oleh sebab itu, untuk memperoleh energi, konsumen akan bergantung pada produsen atau makhluk lainnya
- Konsumen primer (konsumen tingakat 1) merupakan konsumen pertama di mana ia memperoleh energi langsung dari produsen. Sebagai contoh: makhluk hidup yang termasuk herbivora seperti sapi, kerbau, kelinci dan yang lainnya.
- Konsumen sekunder (konsumen tingakat 2) merupakan konsumen kedua yang memperoleh sumber energi atau makanan dari konsumen pertama. Sebagai contoh yaitu hewan pemakan daging atau yang juga sering disebut sebagai karnivora. Contohnya yakni kucing, anjing, ular dan yang lainnya.
- Konsumen tersier (konsumen tingakat 3) merupakan konsumen yang memperoleh sumber energi dengan memakan konsumen kedua. Sebagai contoh adalah burung elang, alap – alap, harimau, singa dan yang lainnya.
Jaring-Jaring Makanan
Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai makanan yang saling berhubungan dikombinasikan, tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
Piramida Makanan
Piramida Energi
Piramida Biomassa
Piramida Jumlah
Setelah kalian pelajari materi hari ini silahkan klik gambar di bawah ini untuk uji pemahaman kalian:



No comments:
Post a Comment