Wednesday, February 17, 2021

Pola Interaksi Makhluk hidup dalam Ekosistem Part 2

 POLA INTERAKSI DALAM EKOSISTEM



Tujuan Pembelajaran Hari ini yaitu :
  1.  Siswa mampu menyebutkan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan dengan benar
  2.  Siswa mampu membedakan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan disertai contohnya dengan benar  
  3.  Siswa mampu membedakan Rantai makanan, Jaring-jaring makanan, dan Piramida Makanan dengan tepat
  4.  Siswa mampu menganalisis interaksi keterkaitan Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan dalam ekosistem dengan teliti
  5. Siswa mampu memprediksi akibat hilangnya peran produsen atau konsumen dalam suatu Rantai makanan, atau jaring-jaring makanan  

        

Add a subheading by akhmad nasorDalam ekosistem terdapat interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya, serta antar mahluk hidup itu sendiri. Jika dalam sebuah ekosistem terdapat dua mahluk hidup yang berbeda jenis, misalnya seekor katak dengan seekor capung, maka yang terjadi adalah capung akan dimangsa oleh katak karena capung merupakan makanan bagi katak. Seperti kita ketahui dalam ekosistem tidak hanya terdapat dua jenis mahluk hidup yang berbeda, tetapi ada berbagai jenis mahluk hidup yang menempati sebuah ekosistem.  Dengan demikian tentunya akan terdapat beberapa pola interaksi diantara mereka. Nah, bagaimana interaksi diantara mereka ya? Adakah interaksi yang saling menguntungkan diantara mereka? Lebih lengkapnya kita pelajari bersama yuk!!

    Sebenarnya ada beberapa pola interaksi antar mahluk hidup. Pola interaksi tersebut dapat saling menguntungkan, merugikan satu pihak, menguntungkan satu pihak tetapi pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan, dua pihak saling memperebutkan satu hal, serta pihak yang satu menghambat pihak yang lain. Adapun pola-pola interaksi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Predasi 

Predasi merupakan interaksi antara pemangsa (predator) dengan mangsanya (prey). Hubungan antara pemangsa dan hewan yang dimangsanya sangatlah erat, pemangsa tidak akan dapat hidup jika tidak ada mangsa. Selain itu, pemangsa juga berperan sebagai pengontrol populasi mangsa.
contoh : interaksi antara kucing dengan tikus, ular dengan katak, harimau dengan kijang.

2. Netralisme 

Netralisme adalah hubungan antar mahluk hidup berbeda jenis  yang tidak saling mempengaruhi, meskipun mahluk hidup tersebut berada dalam habitat yang sama.
contoh :  interaksi antara kucing dan ayam di kebun. Kucing dan ayam tidak saling mempengaruhi karena mempunyai jenis makanan yang berbeda.

3.  Kompetisi

Merupakan interaksi antar mahluk hidup yang berbeda jenis untuk memperebutkan satu hal yang sama.
contoh : persaingan antara kerbau dan kambing di padang rumput yang sama.

4. Antibiosis

Merupakan interaksi antar mahluk hidup dimana mahluk hidup yang satu menghambat pertumbuhan mahluk hidup yang lain.
contoh : interaksi antara jamur Penicillium dengan jenis mikroorganisme lain, jamur Penicillium mengeluarkan antibiotik yang dapat menghambat atau mematikan mikroorganisme lain yang hidup di sekitarnya.



5. Simbiosis 

Simbiosis merupakan interaksi antara mahluk hidup berbeda jenis dalam satu tempat dan waktu tertentu yang hubungannya sangat erat.

  • Simbiosis Mutualisme

Merupakan hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan.
contoh : Simbiosis antara lebah madu dengan tanaman berbunga.  Lebah madu diuntungkan karena mendapatkan makanan dari bunga, sedangkan bunga juga diuntungkan karena dibantu dalam proses penyerbukan. Contoh simbiosis mutualisme yang lain adalah simbiosis antara burung jalak dengan badak hitam, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan, flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam.

  • Simbiosis Parasitisme 


Merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain dirugikan. Pihak yang mendapat keuntungan disebut sebagai parasit, sedangkan pihak yang dirugikan disebut inang.
contoh :
Tumbuhan tali putri (Cuscuta filiformis) dengan tanaman inangnya. Tumbuhan tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada tumbuhan lain serta menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya sehingga merugikan
Benalu (Loranthus sp.) dengan tanaman inang. Benalu tidak mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap air dan unsur hara dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada batang tanaman inang dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk menyerap air dan unsur hara dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan.
Cacing perut (Ascaris Lumbricoides) dengan usus manusia . Cacing mengambil dan menyerap sari makanan, manusia dirugikan sehingga manusia kurus kekurangan gizi.
Kutu yang menghisap darah manusia. Kutu merupakan ektoparasit. Kutu biasanya menempel di kulit hewan mamalia dan manusia. Makanan kutu adalah darah inang. Kutu mengambil makanan dengan cara menggigit kulit inang lalu mengisap darahnya.

  • Simbiosis Komensalisme 


Merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan.
contoh :
Ikan hiu dengan ikan remora. Ikan remora sebagai hewan kecil yang hidupnya sering bersamaan dengan ikan hiu . Ikan remora dapat menempel pada ikan hiu, karena memiliki alat untuk menempelkan tubuhnya pada ikan hiu . Ikan hiu sekalipun diikuti oleh remora tidak untung dan tidak dirugikan oleh ikan remora, sedangkan ikan remora mendapat keuntungan dari ikan hiu yang berupa energi untuk berpindah tempat, dan memperoleh makanan dari sisa makanan dari ikan hiu.
Bunga anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.  Bunga anggrek merupakan tanaman epifit, yaitu tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis. Jadi, epifit tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.
Ikan badut dengan anemon laut. Ikan badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan zat racun yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai karena kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari musuhnya karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.

RANTAI MAKANAN



Rantai Makanan adalah peristiwa makan-dimakan, dan cara makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidupnya. 

Komponen Rantai Makanan

  1. Produsen (organisme autotrof) merupakan makhluk hidup yang bisa memproduksi makanan sendiri. Sebagai contoh adalah tumbuhan.
  2. Konsumen merupakan makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Oleh sebab itu, untuk memperoleh energi, konsumen akan bergantung pada produsen atau makhluk lainnya
  • Konsumen primer (konsumen tingakat 1) merupakan konsumen pertama di mana ia memperoleh energi langsung dari produsen. Sebagai contoh: makhluk hidup yang termasuk herbivora seperti sapi, kerbau, kelinci dan yang lainnya.
  • Konsumen sekunder (konsumen tingakat 2) merupakan konsumen kedua yang memperoleh sumber energi atau makanan dari konsumen pertama. Sebagai contoh yaitu hewan pemakan daging atau yang juga sering disebut sebagai karnivora. Contohnya yakni kucing, anjing, ular dan yang lainnya.
  • Konsumen tersier (konsumen tingakat 3) merupakan konsumen yang memperoleh sumber energi dengan memakan konsumen kedua. Sebagai contoh adalah burung elang, alap – alap, harimau, singa dan yang lainnya.
    3. Dekomposer merupakan organisme yang memiliki tugas dalam mengurai bangkai- bangkai makhluk hidup. contoh bakteri  dan jamur
     4.  Detritus merupakan partikel – partikel organik yang merupakan hasil penguraian dari berbagai organisme mati dan sisa organisme. Detritus ini adalah makanan untuk berbeagai organisme seperti cacing,  rayap, keluwing, dan juga kecoa. Detritus bisa membentuk rantai makanan yang disebut sebagai detritivor.





Jaring-Jaring Makanan    


Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai makanan yang saling berhubungan dikombinasikan, tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
Coba Amati ada berapa jaring-jaring makanan:

Piramida Makanan

Piramida Energi

Piramida energi merupakan piramida yang menunjukan hilangnya energi pada waktu perpindahan energi makanan dalam setiap tingkat trofik pada sebuah ekosistem.

Piramida Biomassa

Piramida biomassa merupakan sebuah piramida yang menunjukan berkurangnya transfer energi di dalam setiap tingkat trofik dalam sebuah ekosistem.

Piramida Jumlah

Piramida jumlah merupakan sebuah piramida yang menunjukan jumlah individu dalam setiap tingkat trofik pada sebuah ekosistem.


Rangkuman Materi pola interkasi dalam ekosistem

Setelah kalian pelajari materi hari ini silahkan klik gambar di bawah ini untuk uji pemahaman kalian:




Setelah ujian silahkan kalian refleksi pembelajaran hari ini:

No comments:

Post a Comment