Thursday, March 3, 2022

Studi Kasus 5 | 2.2.a.4.1.e. Eksplorasi Konsep - Kasus 5

Studi Kasus 5 |   2.2.a.4.1.e. Eksplorasi Konsep - Kasus 5

2.2.a.4.1.e. Eksplorasi Konsep - Kasus 5





Pengantar:
Bapak Eling telah menjadi guru selama lebih dari 5 tahun. Suatu pagi, Bapak Eling merasakan tubuhnya seakan berat untuk bangun dari tidurnya. Dia juga merasa berat untuk berdiri dan bergerak berangkat menuju sekolah. Akhir–akhir ini pun selama berada di dalam kelas, Bapak Eling sering tiba-tiba merasakan jantungnya berdetak cepat. Pikirannya bercabang-cabang, dan ia sering merasakan dirinya mengalami kecemasan. Saat ini memang selain sibuk mengajar, Bapak Eling juga harus menjadi ketua panitia perayaan 17 Agustus yang akan dilaksanakan di sekolahnya 1 bulan lagi.  Berikut 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca. 
Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.

Setelah bekerja selama 5 tahun di sekolah yang sama, Bapak Eling merasa mulai kewalahan dengan berbagai tanggung jawab tambahan yang harus dijalankan. Bapak Eling mendapatkan tanggung jawab ekstra karena dipercaya oleh kepala sekolah. Kepala sekolah melihat pengalaman Bapak Eling sudah jauh lebih banyak dibandingkan guru-guru yang lain. Itu sebabnya, Bapak Eling diminta untuk menjadi penanggung jawab beberapa  acara penting di sekolah, menjadi wakil sekolah di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Awalnya Bapak Eling merasa tugas tambahan tersebut sangat menantang. Namun saat ini, dia tidak merasa tertantang lagi. Ditambah dirinya merasa bahwa akhir-akhir ini, kinerjanya sebagai guru juga semakin menurun. Karena itu, Bapak Eling terpikir untuk menulis surat pengunduran diri. 


1. Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling ? 

Merasa capek karena beliau harus mengerjakan banyak tugas tambahan diluar tugas utamanya sebagai guru. 

Merasa bosan, karena harus mengerjakan rutinitas tugas tambahan yang hampir sama sedangkan guru lainnya tidak mendapatkan tugas sebanyak beliau. 

Merasa bingung, karena Pak Eling tidak percaya diri dalam menentukan skala prioritas dalam menyelesaikan berbagai macam tugas yang sedang diembannya. 

Merasa kecewa karena tidak ada dukungan dari stakeholder untuk membantu dalam mengemban tugas tambahan

Merasa khawatir, karena sebetulnya beliau memahami tugas utamanya adalah mengajar tapi sering terbengkalai karena harus mengerjakan tugas tambahan lainnya. 

2. Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut ? 

Pengenalan diri / Pengelolaan Diri – memahami bahwa tim yang solid dan komunikasi yang baik akan menyelesaikan multitasking yang diberikan, serta belajar untuk menentukan skala prioritas pekerjaan, tupoksi serta bijaksana dalam manajemen waktu. 

Kesadaran Diri – melakuakn refleksi secara mandiri, dan sharing terhadap teman sejawat/TIM untuk saling menguatkan, menerima solusi dan saran terhadap masalah yang dihadapi. 

Melakukan STOP untuk mengembalikan kesadaran diri sepenuhnya terhadap keputusan yang akan dibuat. Dengan menganalisan dengan BAGJA terhadap kekuatan TIM dan teman sejawat yang mendukungnnya

Kesadaran Sosial –Menganalisis peran yang diberikan di sekolah dan tugas tugas tambahan yang diberikan dengan senantiasa mengkomunikan dengan TIM dan teman sejawat untuk mencipatkan iklim sekolah yang kondusif. 

Keterampilan Berelasi – Kerja Sama dan Resolusi Konflik Pak Eling diberikan kepercayaan yang over sehingga multitasking, semua pekerjaan akan teratasi dengan baik jika beliau memiliki komunikasi yang positif antar TIM. Untuk itu kemampuan komunikasi dan hubungan personal yang saling menguntungkan harus terus dibina dan dikembangkan oleh Pak Eling.

3. Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?

Melakukan komunikasi personal emosional, Mindfullness melalui STOP dan analisa BAGJA pada sebuah tujuan dan impian bersama untuk memajukan sekolah serta melakukan komunikasi asertif pada TIM dan Atasan sehingga tercipta percaya diri terhadap beban kerja yang diberikan hal ini dilakukan agar iklim sekolah tetap kondusif disamping itu melakukan kaderisasi dengan guru lain melalui pembinaan secara kontinu agar tugas tambahan bisa di alihkan kepada guru yang kompeten melalui sistem kaderisasi sehingga tugas utama sebagai guru dapat normal kembali.

 

No comments:

Post a Comment