Wednesday, February 17, 2021

Pola Interaksi Makhluk hidup dalam Ekosistem Part 2

 POLA INTERAKSI DALAM EKOSISTEM



Tujuan Pembelajaran Hari ini yaitu :
  1.  Siswa mampu menyebutkan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan dengan benar
  2.  Siswa mampu membedakan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan disertai contohnya dengan benar  
  3.  Siswa mampu membedakan Rantai makanan, Jaring-jaring makanan, dan Piramida Makanan dengan tepat
  4.  Siswa mampu menganalisis interaksi keterkaitan Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan dalam ekosistem dengan teliti
  5. Siswa mampu memprediksi akibat hilangnya peran produsen atau konsumen dalam suatu Rantai makanan, atau jaring-jaring makanan  

        

Add a subheading by akhmad nasorDalam ekosistem terdapat interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya, serta antar mahluk hidup itu sendiri. Jika dalam sebuah ekosistem terdapat dua mahluk hidup yang berbeda jenis, misalnya seekor katak dengan seekor capung, maka yang terjadi adalah capung akan dimangsa oleh katak karena capung merupakan makanan bagi katak. Seperti kita ketahui dalam ekosistem tidak hanya terdapat dua jenis mahluk hidup yang berbeda, tetapi ada berbagai jenis mahluk hidup yang menempati sebuah ekosistem.  Dengan demikian tentunya akan terdapat beberapa pola interaksi diantara mereka. Nah, bagaimana interaksi diantara mereka ya? Adakah interaksi yang saling menguntungkan diantara mereka? Lebih lengkapnya kita pelajari bersama yuk!!

    Sebenarnya ada beberapa pola interaksi antar mahluk hidup. Pola interaksi tersebut dapat saling menguntungkan, merugikan satu pihak, menguntungkan satu pihak tetapi pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan, dua pihak saling memperebutkan satu hal, serta pihak yang satu menghambat pihak yang lain. Adapun pola-pola interaksi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Predasi 

Predasi merupakan interaksi antara pemangsa (predator) dengan mangsanya (prey). Hubungan antara pemangsa dan hewan yang dimangsanya sangatlah erat, pemangsa tidak akan dapat hidup jika tidak ada mangsa. Selain itu, pemangsa juga berperan sebagai pengontrol populasi mangsa.
contoh : interaksi antara kucing dengan tikus, ular dengan katak, harimau dengan kijang.

2. Netralisme 

Netralisme adalah hubungan antar mahluk hidup berbeda jenis  yang tidak saling mempengaruhi, meskipun mahluk hidup tersebut berada dalam habitat yang sama.
contoh :  interaksi antara kucing dan ayam di kebun. Kucing dan ayam tidak saling mempengaruhi karena mempunyai jenis makanan yang berbeda.

3.  Kompetisi

Merupakan interaksi antar mahluk hidup yang berbeda jenis untuk memperebutkan satu hal yang sama.
contoh : persaingan antara kerbau dan kambing di padang rumput yang sama.

4. Antibiosis

Merupakan interaksi antar mahluk hidup dimana mahluk hidup yang satu menghambat pertumbuhan mahluk hidup yang lain.
contoh : interaksi antara jamur Penicillium dengan jenis mikroorganisme lain, jamur Penicillium mengeluarkan antibiotik yang dapat menghambat atau mematikan mikroorganisme lain yang hidup di sekitarnya.



5. Simbiosis 

Simbiosis merupakan interaksi antara mahluk hidup berbeda jenis dalam satu tempat dan waktu tertentu yang hubungannya sangat erat.

  • Simbiosis Mutualisme

Merupakan hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan.
contoh : Simbiosis antara lebah madu dengan tanaman berbunga.  Lebah madu diuntungkan karena mendapatkan makanan dari bunga, sedangkan bunga juga diuntungkan karena dibantu dalam proses penyerbukan. Contoh simbiosis mutualisme yang lain adalah simbiosis antara burung jalak dengan badak hitam, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan, flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam.

  • Simbiosis Parasitisme 


Merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain dirugikan. Pihak yang mendapat keuntungan disebut sebagai parasit, sedangkan pihak yang dirugikan disebut inang.
contoh :
Tumbuhan tali putri (Cuscuta filiformis) dengan tanaman inangnya. Tumbuhan tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada tumbuhan lain serta menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya sehingga merugikan
Benalu (Loranthus sp.) dengan tanaman inang. Benalu tidak mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap air dan unsur hara dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada batang tanaman inang dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk menyerap air dan unsur hara dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan.
Cacing perut (Ascaris Lumbricoides) dengan usus manusia . Cacing mengambil dan menyerap sari makanan, manusia dirugikan sehingga manusia kurus kekurangan gizi.
Kutu yang menghisap darah manusia. Kutu merupakan ektoparasit. Kutu biasanya menempel di kulit hewan mamalia dan manusia. Makanan kutu adalah darah inang. Kutu mengambil makanan dengan cara menggigit kulit inang lalu mengisap darahnya.

  • Simbiosis Komensalisme 


Merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan.
contoh :
Ikan hiu dengan ikan remora. Ikan remora sebagai hewan kecil yang hidupnya sering bersamaan dengan ikan hiu . Ikan remora dapat menempel pada ikan hiu, karena memiliki alat untuk menempelkan tubuhnya pada ikan hiu . Ikan hiu sekalipun diikuti oleh remora tidak untung dan tidak dirugikan oleh ikan remora, sedangkan ikan remora mendapat keuntungan dari ikan hiu yang berupa energi untuk berpindah tempat, dan memperoleh makanan dari sisa makanan dari ikan hiu.
Bunga anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.  Bunga anggrek merupakan tanaman epifit, yaitu tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis. Jadi, epifit tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.
Ikan badut dengan anemon laut. Ikan badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan zat racun yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai karena kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari musuhnya karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.

RANTAI MAKANAN



Rantai Makanan adalah peristiwa makan-dimakan, dan cara makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidupnya. 

Komponen Rantai Makanan

  1. Produsen (organisme autotrof) merupakan makhluk hidup yang bisa memproduksi makanan sendiri. Sebagai contoh adalah tumbuhan.
  2. Konsumen merupakan makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Oleh sebab itu, untuk memperoleh energi, konsumen akan bergantung pada produsen atau makhluk lainnya
  • Konsumen primer (konsumen tingakat 1) merupakan konsumen pertama di mana ia memperoleh energi langsung dari produsen. Sebagai contoh: makhluk hidup yang termasuk herbivora seperti sapi, kerbau, kelinci dan yang lainnya.
  • Konsumen sekunder (konsumen tingakat 2) merupakan konsumen kedua yang memperoleh sumber energi atau makanan dari konsumen pertama. Sebagai contoh yaitu hewan pemakan daging atau yang juga sering disebut sebagai karnivora. Contohnya yakni kucing, anjing, ular dan yang lainnya.
  • Konsumen tersier (konsumen tingakat 3) merupakan konsumen yang memperoleh sumber energi dengan memakan konsumen kedua. Sebagai contoh adalah burung elang, alap – alap, harimau, singa dan yang lainnya.
    3. Dekomposer merupakan organisme yang memiliki tugas dalam mengurai bangkai- bangkai makhluk hidup. contoh bakteri  dan jamur
     4.  Detritus merupakan partikel – partikel organik yang merupakan hasil penguraian dari berbagai organisme mati dan sisa organisme. Detritus ini adalah makanan untuk berbeagai organisme seperti cacing,  rayap, keluwing, dan juga kecoa. Detritus bisa membentuk rantai makanan yang disebut sebagai detritivor.





Jaring-Jaring Makanan    


Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai makanan yang saling berhubungan dikombinasikan, tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
Coba Amati ada berapa jaring-jaring makanan:

Piramida Makanan

Piramida Energi

Piramida energi merupakan piramida yang menunjukan hilangnya energi pada waktu perpindahan energi makanan dalam setiap tingkat trofik pada sebuah ekosistem.

Piramida Biomassa

Piramida biomassa merupakan sebuah piramida yang menunjukan berkurangnya transfer energi di dalam setiap tingkat trofik dalam sebuah ekosistem.

Piramida Jumlah

Piramida jumlah merupakan sebuah piramida yang menunjukan jumlah individu dalam setiap tingkat trofik pada sebuah ekosistem.


Rangkuman Materi pola interkasi dalam ekosistem

Setelah kalian pelajari materi hari ini silahkan klik gambar di bawah ini untuk uji pemahaman kalian:




Setelah ujian silahkan kalian refleksi pembelajaran hari ini:

Tuesday, February 16, 2021

FUN TEST 1 IPA KELAS 7 Materi STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN

 

FUN TEST 1 IPA KELAS 7 Materi  STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN 

Siswa-siswa kelas SMPN 2 Sukorejo yang hebat, Sebelum pembelajaran dimulai mari kita berdoa terlebih dahulu semoga kita, keluarga, bapak/ibu dewan guru diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki

Petunjuk Mengerjakan:

  1.   Klik tombol Quizz
  2.  Silahkan login menggunakan akun google yang terdapat pada Hp kalin
  3.  Ikuti petunjuk dan kerjakan quizz Fun test dengan seksama 
  4.  Kesempatan mengerjakan cuma 1 Kali
  5.  Kerjakan dengan jujur karena kejujuran membawakan keberkahan ilmu



Monday, February 15, 2021

UH I PRAKARYA PENGOLAHAN MAKANAN

 

FUN TEST 1 PRAKARYA KELAS 8 Materi  PENGOLAHAN MAKANAN 

Siswa-siswa kelas SMPN 2 Sukorejo yang hebat, Sebelum pembelajaran dimulai mari kita berdoa terlebih dahulu semoga kita, keluarga, bapak/ibu dewan guru diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki

Petunjuk Mengerjakan:

  1.   Klik tombol Quizz
  2.  Silahkan login menggunakan akun google yang terdapat pada Hp kalin
  3.  Ikuti petunjuk dan kerjakan quizz Fun test dengan seksama 
  4.  Kesempatan mengerjakan cuma 1 Kali
  5.  Kerjakan dengan jujur karena kejujuran membawakan keberkahan ilmu







TEST UH 1 PAI KELAS 8 SMPN 2 SUKOREJO

TEST 1 PAI KELAS 8 Materi MAKANAN DAN MINUMAN HALAL & HARAM

Siswa-siswa kelas SMPN 2 Sukorejo yang hebat, Sebelum pembelajaran dimulai mari kita berdoa terlebih dahulu semoga kita, keluarga, bapak/ibu dewan guru diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki

Petunjuk Mengerjakan:

  1.   Klik tombol Quizz
  2.  Silahkan login menggunakan akun google yang terdapat pada Hp kalin
  3.  Ikuti petunjuk dan kerjakan quizz Fun test dengan seksama 
  4.  Kesempatan mengerjakan cuma 1 Kali
  5.  Kerjakan dengan jujur karena kejujuran membawakan keberkahan ilmu


Silahkan Klik Di Sini


Tuesday, February 9, 2021

Interaksi Antara Makhluk Hidup dan Lingkungannya

Interaksi Antara Makhluk Hidup dan Lingkungannya       

Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa memahami konsep ekosistem 
  2. Siswa mampu membedakan komponen penyusun ekosistem
SMPN 2 SUKOREJO by akhmad nasor

Lingkungan

        Lingkungan adalah satu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang ada di atas tanah, di dalam tanah maupun di perairan. Di dalam lingkungannya, setiap makhluk hidup bergantung pada makhluk hidup lain dan bergantung pula pada sumber daya alam yang ada di sekitarnya

            Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya, baik lingkungan yang berupa makhluk hidup maupun benda-benda tak hidup membentuk suatu hubungan timbal balik yang rumit dan kompleks. Makhluk hidup dengan lingkungannya yang saling berhubungan di alam, biasa di sebut dengan ekositem. jadi ekosistem adalah  suatu sistem yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Contoh-contoh ekosistem diantaranya adalah halaman sekolah, halaman rumah, kolam, sungai, danau, hutan, padang pasir,laut,dan padang rumput.            


Pada Bab ini, kamu akan mempelajari interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Untuk memahami bab ini dengan baik, coba pahami lebih dahulu mengenai lingkungan dan melakukan pengamatan terhadap lingkungan.

Komponen Punyusun Ekosistem Berdasarkan fungsinya

Komponen penyusun ekosistem terdiri dari komponen biotik yaitu komponen yang hidup dan komponen abiotik yaitu komponen yang tak hidup.  berikut penjelsan komponen penyusun ekosistem:

1. Komponen Biotik

     Komponen biotik merupakan semua makhluk hidup yang terdapat dalam lingkungan seperti hewan, tumbuhan, manusia dan organisme lainnya. Setiap makhluk hidup tersebut mempunyai kedudukan dan peran tertentu dalam lingkungan. Kedudukan makhluk hidup dalam lingkungannya disebut nisia. Menurut peranannya, komponen biotik dibedakan menjadi tiga,yaitu:

a. Produsen


    Produsen, merupakan makhluk hidup yang dapat menghasilkan zat makanan yang diperlukan organisme lain. Tugas ini diperankan oleh organisme yang mempunyai klorofil (zat hijau daun) yaitu tumbuhan hijau. Tumbuhan mensintesis/membuat zat makanan menggunakan bahan karbondioksida (CO₂) dan air (H₂O) dengan bantuan cahaya matahari. Proses ini berlangsung di dalam klorofil dan dinamakan proses fotosintesis.



    Tumbuhan yang dapat membuat makanan sendiri disebut organisme autotrof. Tumbuhan yang menggunakan sinar matahari untuk membantu proses fotosintesis disebut fotoautotrof, contohnya antara lain pohon pisang, pohon jati, palem, pakis haji, ganggang (alga), lumut, tumbuhan paku, dan berbagai tumbuhan biji lainnya. Sementara itu, bakteri tidak menggunakan sinar matahari untuk proses pembuatan makanannya, melainkan menggunakan cadangan energinya dalam senyawa kimia, proses ini disebut kemoautotrof.

b. Konsumen

       Konsumen, merupakan makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri (organisme heterotrof). Konsumen bergantung pada organisme lain untuk makanannya. Contoh kelompok konsumen diantaranya hewan, manusia, dan tumbuhan  yang tidak berklorofil misalnya tali putri, dan jamur. Berdasarkan jenis makanannya, makhluk hidup dibedakan menjadi herbivora, karnivora, dan omnivora. Herbivora adalah organisme yang hanya makan tumbuhan, misalnya sapi, kambing, zebra, kuda, gajah, rusa , ayam, dan lain sebagainya. Karnivora adalah organisme yang hanya makan hewan, contohnya harimau, singa, anjing, dan lain-lain. Sedangkan omnivora adalah organisme yang makan tumbuhan juga makan hewan, misalnya manusia, kucing.



c. Pengurai

              Pengurai (decomposer), bertugas membusukkan dan menguraikan hewan dan tumbuhan yang telah mati. Makhluk hidup   yang berperan sebagai pengurai antara lain cacing, bakteri dan jamur. Organisme pengurai ini sangat penting karena menjaga stabilitas ekosistem dengan mengurai zat-zat sisa menjadi unsur hara yang akan diserap oleh tanah. Unsur hara yang ada di dalam tanah tersebut akan digunakan oleh tumbuhan sebagai bahan penunjang pertumbuhannya. .

  2. Komponen Abiotik

        Komponen abiotik merupakan semua benda tak hidup yang terdapat di dalam lingkungan. Keberadaan komponen abiotik sangat berpengaruh pada jenis makhluk hidup yang menempati suatu lingkungan. Beberapa komponen abiotik misalnya:

        Cahaya matahari. Sinar matahari adalah sumber utama energi untuk semua organisme di bumi. CO₂ dan air berubah menjadi karbohidrat dan oksigen selama fotosintesis dengan menggunakan sinar matahari.

  1. Udara terdiri dari berbagai jenis gas seperti oksigen, hidrogen, karbon dioksida dan nitrogen. Semua organisme membutuhkan udara untuk kegiatan mereka. Sebagai contoh, oksigen yang diperlukan selama respirasi bahwa oksida (membakar) karbohidrat untuk menghasilkan energi. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida sebagai bahan baku untuk memproduksi karbohidrat dan nitrogen untuk memproduksi protein.
  2. Air. Semua organisme di bumi butuhkan air untuk bertahan hidup. Tanaman, serta hewan dan manusia, akan dehidrasi dan mati jika mereka kekurangan air. Dalam tubuh manusia, air berfungsi sebagai pelarut melarutkan semua bahan yang dimakan oleh organisme. Air juga merupakan habitat ikan dan katak
  3. Suhu merupakan salah satu komponen penting bagi organisme untuk bertahan hidup di bumi. Setiap organisme membutuhkan rentang tertentu suhu untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, tanaman yang hidup di daerah panas seperti kaktus akan mati atau tumbuh buruk jika mereka ditanam di daerah dingin dan sebaliknya

        

Komponen Punyusun Ekosistem Berdasarkan Peran

  1. Individu adalah makhluk hidup tunggal atau satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor kambing, seekor burung dan sebuah pohon cemara.


  2. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat           yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas            meja. Di sebuah kolam, terdapat populasi ikan, populasi teratai, populasi lumut.
 


3.  
Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas sungai, komunitas hutan jati, komunitas padang rumput dan komunitas hutan pinus.
4. Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang terdapat di dalamnya.


5. Bioma dan Biosfer
Bioma adalah suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya. Contoh :Bioma Gurun, Bioma Hutan Hujan Tropis, Bioma Tundra.
Biosfer adalah berbagai bioma di permukaan bumi yang saling berhubungan dan membentuk sistem yang lebih besar lagi.

Monday, February 8, 2021

Materi Kelas 8 Meyakini ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram berdasarkan al-Qur’an dan Hadis

Materi Kelas 8 Meyakini ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram berdasarkan al-Qur’an dan Hadis 







1. Makanan Halal

`
a. Halal, artinya dibolehkan berdasarkan ketentuan syariat Islam.
b. Tayyib, artinya baik, mengandung nutrisi, bergizi, dan menyehatkan.



Artinya : “Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. (Q.S. al-Māidah/5 : 88)

Nah, sekarang menjadi lebih jelas, bukan? Bagi seorang muslim makanan dan minuman itu sangat berarti dalam kehidupan. Makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak asal mengenyangkan saja, tetapi harus halalan tayyiban. 


Adapun halalnya makanan dan minuman meliputi tiga kriteria berikut ini : 

a. Halal dari segi wujudnya/zatnya makanan itu sendiri, yaitu tidak termasuk makanan yang     diharamkan oleh Allah Swt. 
b. Halal dari segi cara mendapatkannya 
c. Halal dalam proses pengolahannya. 

Ada orang yang menyatakan bahwa untuk bisa mendapatkan makanan yang halal itu sulit. Namun banyak juga orang yang mampu menjaga diri agar makanan yang masuk ke dalam tubuhnya dijaga akan kehalalannya.

Adapun jenis-jenis makanan halal menurut wujudnya adalah sebagai berikut : 

1) Makanan yang disebut halal oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal ini sesuai dengan hadis berikut :




Artinya : “Apa yang dihalalkan oleh Allah dalam Kitab-Nya adalah halal dan apa yang diharamkan Allah di dalam Kitab-Nya adalah haram, dan apa yang didiamkan (tidak diterangkan), maka barang itu termasuk yang dimaafkan”. (H.R. Ibnu Majah dan Tirmizi) 

2) Makanan yang tidak kotor dan tidak menjijikkan. Hal ini sesuai firman Allah dalam Q.S. al-A’rāf/7 ayat 157 :




3) Makanan yang tidak mendatangkan mudarat, tidak membahayakan kesehatan tubuh, tidak merusak akal, serta tidak merusak moral dan aqidah. Firman-Nya dalam Q.S. al-Baqārah/2 ayat 168 : 





2. Makanan Haram 

a. Semua makanan yang langsung dinyatakan haram dalam Q.S. alMāidah/5 ayat 3, yaitu:



Artinya : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu perbuatan fasik...” (Q.S. al-Māidah/5 : 3) 

Dalam ayat tersebut, makanan yang dinyatakan haram adalah : 
1) bangkai, 
2) darah, 
3) daging babi, 
4) daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah Swt., 
5) hewan yang mati karena tercekik, dipukul, terjatuh, ditanduk hewan lain, diterkam binantang buas, 
6) hewan yang disembelih untuk berhala. 

b. Semua jenis makanan yang mendatangkan mudarat/bahaya terhadap kesehatan badan, jiwa, akal, moral, dan akidah. Perhatikan Q.S. al-A’raf/7 ayat 33:




Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, dan perbuatan zalim tanpa alasan yang benar ...” (Q.S. al-A’raf/7 : 33)

c. Semua jenis makanan yang kotor dan menjijikkan (khobāis). Firman Allah dalam Q.S. al-A’raf/7 ayat 157:




d. Makanan yang didapatkan dengan cara batil. Perhatikan Q.S. an-Nisā’/4 ayat 29 berikut:




Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh Allah Maha Penyayang kepadamu” (Q.S. an-Nisā’/4 : 29) 

3. Minuman Halal 

Minuman halal adalah minuman yang boleh diminum menurut ketentuan hukum syariat Islam. Semua jenis minuman yang ada di muka bumi ini pada dasarnya halal hukumnya, kecuali terdapat dalil alQur’ān atau Hadits yang menyatakan keharamannya. 

Adapun jenis-jenis minuman yang halal adalah : 
a. tidak memabukkan, 
b. tidak mendatangkan mudharat bagi manusia, baik dari segi kesehatan 
badan, akal, jiwa maupun akidah, 
c. tidak najis, 
d. didapatkan dengan cara yang halal

4. Minuman Haram 
a. Minuman yang memabukkan (khamr). Hadis Rasulullah SAW:




Artinya :Dari Ibnu Umar ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap sesuatu yang memabukkan adalah khamr dan setiap yang memabukkan adalah haram” (H.R. Abu Daud) 

Berdasarkan hadis tersebut maka pengertian khamr itu mencakup segala sesuatu yang memabukkan, baik berupa zat cair, maupun zat padat, baik dengan cara diminum, dimakan, dihisap, atau disuntikkan ke dalam tubuh. Misalnya ganja, narkotika, morfin, heroin, bir, arak, dan berbagai minuman beralkohol lainnya. Hukum Islam menegaskan bahwa mengkonsumsi khamr, baik sedikit ataupun banyak hukumnya haram dan termasuk dosa besar. 
Hal ini sesuai sabda Rasulullah saw.:



Artinya : Dari Abdullah bin Umar dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Setiap yang memabukkan adalah haram dan sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun haram “ (H.R. Ibnu Majah) 

b. Minuman yang berasal dari benda najis atau benda yang terkena najis. Misalnya minuman yang berasal dari air kencing kucing. 

c. Minuman yang didapatkan dengan cara batil (tidak halal). Misalnya minuman yang didapatkan dengan cara merampok, merampas, dan memeras.

5. Manfaat Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal 
Seseorang yang membiasakan diri mengonsumsi makanan dan minuman yang halal akan memperoleh manfaat sebagai berikut : 
a. Mendapat rida Allah karena telah menaati perintah-Nya dalam memilih jenis makanan dan minuman yang halal. 
b. Memiliki akhlakul karimah karena setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi akan berubah menjadi tenaga yang digunakan untuk beraktivitas dan beribadah. 
c. Terjaga kesehatannya karena setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi bergizi dan baik bagi kesehatan badan. 

6. Akibat Buruk dari Makanan dan Minuman yang Haram 
Mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram akan menimbulkan akibat buruk bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya. Di antara akibat buruk tersebut adalah : 
a. Amal ibadahya tidak akan diterima dan doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah Swt. 
b. Makanan dan minuman haram bisa merusak jiwa terutama minuman keras (khamr). 

Akibat buruk meminum khamr di antaranya seperti: 
1) Menyebabkan berbagai macam penyakit psikologis (gangguan jiwa), misalnya gangguan daya ingat, gangguan mental, kegagalan daya pikir. 
2) Menimbulkan beban mental, emosional, dan sosial yang sangat berat. 
3) Menimbulkan beban penderitaan berkepanjangan dan hancurnya masa depan. 

c. Makan dan minuman yang haram dapat mengganggu kesehatan tubuh. Misalnya khamr dapat menyebabkan berbagai macam penyakit fisik, diantaranya tekanan darah tinggi, kanker, jantung, liver, sistem kekebalan tubuh menurun, serta merusak jaringan saraf otak. 

d. Menghalangi mengingat Allah Swt.




Artinya: “Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan śalat, maka tidakkah kamu mau berhenti ?” (Q.S. al-Māidah/5 : 91)

Alhamdulillah, sekarang kalian tentunya menjadi semakin tahu, bukan? Bahwa Allah Swt. memberikan aturan mengenai suatu makanan/minuman itu halal atau haram adalah untuk kebaikan, kesejahteraan, dan kesehatan manusia. Hal ini merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah Swt. kepada hamba-Nya.

Teknik Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi Serelalia

 Teknik Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi Serelalia

SMPN 2 SUKOREJO by akhmad nasor 

Adapun teknik dasar pengolahan bahan pangan/makanan dibedakan menjadi dua yaitu teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking).

  1. Teknik Pengolahan Makanan Panas Basah (Moist Heat)

Teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya.Bahan dasar cairan yang digunakan bervariasi seperti air, kaldu, santan, susu atau bahan lainnya. Suhu cairan pada teknik pengolahan makanan panas basah tidak pernah lebih dari suhu didih.Teknik ini mencakup

a)      Teknik Merebus (Boiling)


 

Teknik merebus (boiling) adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Cairan yang digunakan berupa air, kaldu, dan susu. Caranya bahan makanan dimasukkan ke dalam cairan yang masih dingin atau dalam air yang telah panas.

b)      Teknik Poaching


 

Teknik poacing ialah cara memasak bahan makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah titik didih (92-96 °C). Bahan makanan yang dipoach ini adalah bahan makanan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya seperti telur, ikan, dan buah–buahan. Cairan bisa berupa kaldu, air yang diberi asam, cuka, dan susu.

 

c)       Teknik Braising


Teknik braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan,(kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan-lahan. Jenis bahan makanan yang diolah dengan teknik ini biasanya daging dan sayuran. Efek dari braising ini sama dengan menyetup, yaitu untuk menghasilkan daging yang lebih lunak dan aroma yang keluar menyatu dengan cairannya.

 d)      Teknik Stewing


 

Stewing (menggulai/menyetup) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan cairan yang berbumbu dan cairan yang tidak terlalu banyak dengan api sedang. Maksud dari dimasak dengan api sedang dan dalam waktu yang lama agar aroma dari bahan masakan daging keluar dengan sempurna. Bahan masakannya biasanya daging, ayam, dan ikan. Pengolahan dengan teknik ini harus sering diaduk secara hati-hati agar tidak mudah hancur. Pada proses stewing, cairan yang dipakai yaitu air, susu, santan, dan kaldu. Contoh makanan yang menggunakan teknik ini antara lain,opor ayam, gulai kambing, dan gulai ikan.

e)      Teknik Mengukus (Steaming)


 

Teknik mengukus (steaming) adalah memasak bahan makanan dengan uapair mendidih.Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak dan lembut. Nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. Makanan yang diolah dengan cara ini yaitu puding, bolu, sayuran,ikan atau ayam.

f)       Teknik Simmering


 

Teknik simmering ini adalah teknik memasak bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu baru api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama, di mana di permukaannya muncul gelembung–gelembung kecil. Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat kaldu yang mengeluarkan ekstrak dari daging yang direbus.

 g)      Teknik Mengetim



Teknik mengetim adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran di mana salah satu panci lebih kecil. Cara ini memang memerlukan waktu yang lama, seperti nasi tim dan cokelat.

2. Teknik Pengolahan Makanan Panas Kering (Dry Heat Cooking)

Teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking) adalah mengolah makanan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Teknik ini sama sekali tidak menggunakan air dalam proses pematangannya, tetapi menggunakan minyak (minyak zaitun, minyak kanola) sehingga suhunya bisa mencapai 180°C.Teknik ini meliputi

a). Menggoreng dengan Minyak Banyak (Deep frying)


 

        Pengertian dari deep frying adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan minyak/lemak yang banyak hingga bahan makanan benar–benar terendam sehingga memperoleh hasil yang kering (crispy). Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai bahan makanan termasuk daging dan unggas, ikan, sayur–sayuran, dan buah.Bahan makanan yang dalam keadaan beku dapat langsung dimasak dengan metode ini.Pada proses pengolahan dengan metode deep frying ini beberapa kandungan gizi akan rusak, tetapi kandungan energinya akan tinggi karena mengandung lemak. Proses deep frying juga biasanya lebih sedikit kehilangan kandungan vitamin yang larut dalam air karena dalam proses ini tidak terdapat air yang melarutkan. Sebagai contoh, keripik kentang lebih banyak mengandung vitamin C dibandingkan kentang rebus.

        b). Menggoreng dengan Minyak Sedikit (Shallow frying)



        Shallow frying adalah mengolah bahan makanan atau proses menggoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit pada wajan datar. Dalam shallow frying bahan makanan biasanya hanya satu kali dibalik.Bahan makanan yang diolah pada shallow frying antara lain fillet ikan, unggas yang lunak dan dipotong tipis, telur mata sapi, dan telur dadar.Pada shallow frying panas didapatkan dari pemanasan minyak atau lemak.Dengan teknik ini bahan makanan tidak akan menjadi terlalu matang, kandungan asam amino yang terdapat pada bahan makanan tetap, protein sedikit menyusut, dan kehilangan beberapa jenis vitamin B.

        c). Menumis (Sauteing)



          Teknik menumis (sauteing) adalah teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan dan bahan makanan yang telah dipotong kecil atau diiris tipis yang dikerjakan dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk-aduk, serta ditambah sedikit cairan sehingga sedikit berkuah/basah. Cairan yang biasa ditambahkan adalah saus, cream, dan sejenisnya. Cairan ini dimasukkan pada saat terakhir proses pemasakan.

e). Memanggang (Baking)



Memanggang (baking) adalah pengolahan bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala arah tanpa menggunakan minyak atau air. Baking memiliki beberapa metode,sebagai berikut.

        1)   Memanggang kering.

Mengeluarkan uap air,Uap air ini akan membantu proses pemasakan bahan makanan. Teknik ini biasanya digunakan untuk produk pastry dan roti, selain itu pula digunakan untuk memasak daging, dan ikan.

        2)   Memanggang dalam oven menambah kelembaban.

Masukkan wadah berisi air yang akan mengeluarkan uap air yang masuk ke dalam oven, menyebabkan kandungan air dalam bahan makanan bertambah dan akan menambah kualitas makanan. Penerapan teknik dasar baking dapat dilakukan pada berbagai bahan makanan, di antaranya kentang, roti, sponge, cake, biskuit, ikan, dan sayuran.

3)  Memanggang dalam oven dengan menggunakan 2 wadah.

Wadah pertama berisi bahan makanan, dan wadah kedua diberi air. Wadah pertama dimasukkan ke dalam wadah kedua sehingga panas yang sampai ke bahan makanan lebih lambat. Dengan demikian, tidak akan mengakibatkan panas yang berlebih dan dapat mengurangi kemungkinan makanan terlalu matang.

Contoh: puding karamel, hot pudding franfrurt.

f) Membakar (Grilling)



Grilling adalah teknik mengolah makanan di atas lempengan besi panas (gridle) atau di atas pan dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung. Suhu yang dibutuhkan untuk grill sekitar 292°C. Grill juga dapat dilakukan di atas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya. Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak baik pada makanan yang akan diolah maupun pada alat yang digunakan. Jeruji ini berfungsi sebagai penahan bahan makanan yang sedang dimasak/dipanggang.

CONTOH LAPORAN PENUGASAN PRAKARYA


"MIE ACEH"

 


Tahapan Pengolahan Mie


Berikut ini diuraikan contoh pengolahan bahan pangan setengah jadi dari serealia yaitu Mie Aceh.

Perencanaan

Ø  Identifikasi kebutuhan

Mie aceh dengan bumbu-bumbu hangat dan pedas, ditambah irisan daging sapi, daging kambing atau udang sangat nikmat dimakan saat hujan atau cuaca dingin.

Ø  Ide/Gagasan

Membuat “Mie Aceh” sebagai makanan sore hari, kumpul dengan keluarga di saat hujan turun tiada henti.

Ø  Pelaksanaan/Pembuatan

Ø  Bahan Mie Aceh:

1)      Mie kuning dengan ukuran yang agak besar.

2)      Daging cincang secukupnya atau udang dibersihkan dari kulitnya pada bagian kepala dan bdannya, tinggalkan kulit pada bagian buntutnya.

3)      Tomat dicuci bersih dan dipotong dadu/kecil.

4)      Tauge dibersihkan bagian buntut dan kepalanya.

5)      Daun bawang dicuci bersih dan dipotong halus.

6)      Daun seledri dicuci bersih dan dipotong halus.

7)      7) Bawang putih satu butir dan bawang merah 3 butir dikupas,dicuci, dan diiris halus.

8)      Air kaldu dari rebusan tulang iga atau tetelan.

9)      Minyak secukupnya untuk menumis.

10)  Garam secukupnya untuk perasa gurih.

11)  Kecap asin secukupnya untuk perasa gurih.

Ø  Bahan Bumbu Mie Aceh:

1.  3 siung bawang putih dan 5 siung bawang merah dikupas dan dicuci.

2. 1 cm jahe dikupas dan dicuci.

3. 4 butir kapulaga.

4. ½ sendok teh jinten disangrai.

5. 3 butir kemiri disangrai.

6. ½ sendok teh ketumbar disangrai.

7. ½ sendok teh kunyit bubuk.

8. 1 sendok teh merica/lada putih bubuk.

9. 2 cm kayumanis.

10. 6 buah cabe merah dibuang tangkainya dan dicuci (jika ingin tidak pedas bijinya dibuang).

11. Garam secukupnya.

Ø  Bahan Pelengkap Acar Bawang dan Lainnya

1) Bawang merah dikupas dan dicuci.

2) Cuka secukupnya.

3) Gula secukupnya.

4) Timun dicuci tanpa dikupas.

5) Emping.

6) Kerupuk bawang.

Ø  Alat–alat :

1)      Wajan untuk tempat menggoreng emping, kerupuk bawang,sangrai bumbu dan mie aceh.

2) Sutil sebagai alat menggoreng.

3) Panci untuk merebus bumbu mie aceh yang telah diulek.

4) Cobek untuk mengulek bumbu.

5) Talenan dan pisau untuk memotong semua bahan-bahan yangakan dimasak.

6) Baskom untuk wadah mengolah acar.

7) Tungku sebagai alat yang digunakan untuk memasak dengan bahan bakar arang. Tungku biasanya terbuat dari tanah liat ataubbatu bata. Memasak dengan tungku menghasilkan aroma yang khas dan masakan lebih nikmat.

8) Piring besar untuk penyajian mie aceh, piring kecil untuk penyajian acar dan emping/krupuk, dan sendok garpu sebagai alat makan.

Ø  Proses Pembuatan(Bumbu Mie Aceh)

Ketumbar dan jinten disangrai, kemudian lanjutkan dengan mensangrai kemiri.

Taruh semua bumbu yangsudah disangrai dan bumbuyang sudah dibersihkanpada cobek. Ulek sampai halus. Bumbu halus ditumis dengan minyak sedikit. Jika bumbu sudah matang akan lebih berminyak. Bumbu yang sudah matang tampak lebih berminyak.

Ø  Proses Pembuatan(Mie Aceh)

Arang di tungku dibakar terlebih dulu.

Tulang atau tetelan direbus untuk diambil kaldunya.

Timun dikupas dan dipotong tipis.Jika suka,timun boleh tidak dikupas.

Bawang bombay dan seledri diiris tipis sedang.

Bawang putihdicincang, tomat dipotong kecil,dan daging dicacah/dicincang.

Panaskan minyak,masukkan dan tumis bawang putih, daging cincang, dan tomat.

Tambahkan udang yang sudah dibersihkan, jika suka, dan tumislah.

Masukkan bumbu ulekmatang secukupnya dan tumislah.

Tambahkan kaldu secukupnya.

Masukkan dengan cepat toge, mie, daun bawang, dan seledri sesuai kebutuhannya secukupnya.

Tambahkan kecap asin dan garam secukupnya, dan aduklah semuanya secara merata.

Tutup wajan selama satu-dua menit

Aduk semua bahan yang ada di wajan secara cepat dan merata.

Angkat mie, pindahkan pada piring saji.

Ø  Proses Pembuatan Acar Bawang Merah

Iris bawang merah tipis-tipis sebanyak kebutuhan.

Masukkan gula pada tempat bawang.

Tambahkan cuka secukupnya dan aduklah.

Aduk secara cepat agar gula tercampur rata dan bawang keluar airnya. Diamkan selama satu jam agar cuka meresap


Penyajian/Pengemasan

Mie aceh disajikan di piringdengan dilengkapi acar bawang,irisan timun, irisan jeruk nipis, dan emping goreng atau kerupuk bawang.Mie aceh sangat berbeda dengan makanan sejenis mie lainnya, yaitu berbeda pada rasa bumbunya yang memiliki rasa dan aroma yang khas dan unik. Mie aceh rasanya pedas-pedasnikmat, lezat, dan sangat sehat karena tidak menggunakan penyedap.

Evaluasi


CONTOH LAPORAN PENUGASAN PRAKTEK PRAKRAYA



ONDE ONDE

Onde-Onde Ubi

Berikut ini akan diuraikan tahapan pembuatan onde-onde dari bahan setengah jadi tepung ubi ungu dan tepung ketan putih yang merupakan camilan khas masyarakat Bugis, Provinsi Sulawesi Selatan.

Ø  Perencanaan

Ø  Pelaksanaan/Pembuatan

Ø  Persiapan

Ø  Bahan:

250 gram ubi ungu atau tepung ubi, 100 gram tepung ketan putih, sedikit

garam, dan air hangat secukupnya untuk pembuatan kulit onde-onde.

50 gram gula merah untuk isi onde-onde.

100 gram kelapa untuk dibalurkan pada onde-onde.

Ø  Alat-alat

Panci untuk mengukus ubi ungu, membuat air hangat, dan merebus

bola-bola onde-onde.

Ø  Baskom untuk mencampur/menguleni ubi ungu, tepung ketan putih,

air dan garam.

Pisau untuk mengupas kelapa dan ubi.

Parutan untuk memarut kelapa.

Sendok saringan untuk mengangkat rebusan onde-onde yang sudah

matang.

Ø  Proses Pembuatan

Gula jawa dipotong kecil-kecil.

Kelapa diparut menjadi serpihan kecil-kecil.

Rebus airsecukupnya hinggamatang,lalu dinginkan hingga suam-suam kuku.

Ubi ungu dikupas lalu dikukus agar vitaminnya tidak banyak hilang.

Dalam keadaan panas, haluskan ubi ungu dengan sendok hingga lembut

Campur tepungketan dengangaram sedikit saja.

Campur semua ubi ungu halusdengan tepungketan putihbergaram sampairata.

Lembutkan dan uleni dengan memberi air suam-suam kuku sedkit demi sedikit hingga kalis.

Ambil adonan sejumput,pipihkan dan isi dengan potongan gula merah dan tutup dengan adonannya, lalu bulatkan.

Bulatkan seluruh adonan hingga habis.

Panaskan air hinggamendidih, masukkan adonan bulatan onde-onde ke dalam air mendidih, masak hingga onde-onde matang

Angkat kue onde-onde dari panci, lalu tiriskan, kemudian sisihkan.

Berilah kelapa parut sedikit garam dan kukuslah hingga matang.

Onde-onde yang sudah selesai ditiriskan selanjutnya dimasukkan dalam kukusan kelapa parut.Onde-onde Bugis siap disajikan.