Pendidikan merupakan kunci utama bagi suatu negara untuk unggul dalam persaingan global
Monday, December 6, 2021
WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR DENGAN EKSTRAKURIKULER IPA NYENTRIK
Thursday, November 25, 2021
Visi Guru Penggerak
Visi Guru Penggerak
Menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman dan bermakna bagi murid sepertinya sudah menjadi hal yang umum diinginkan semua pihak. Mungkin saja, sebagian dari Bapak/Ibu juga menuliskan mimpi itu pada gambaran visinya. Namun, dalam prakteknya, kalimat tersebut bukan kalimat yang mudah untuk diwujudkan. Perlu perubahan yang mendasar dan upaya yang konsisten. Inilah salah satu tujuan visi, yaitu untuk mencapai perubahan yang lebih baik dari kondisi saat ini. Visi membantu kita untuk melihat kondisi saat ini sebagai garis “start” dan membayangkan garis “finish” seperti apa yang ingin dicapai. Ini bagaikan seorang pelari yang perlu mengetahui garis “start” dan garis “finish” bahkan sebelum ia benar-benar berlari melintasi jalur lari tersebut.
Menurut Evans (2001), untuk memastikan bahwa perubahan terjadi secara mendasar dalam operasional sekolah, maka para pemimpin sekolah hendaknya mulai dengan memahami dan mendorong perubahan budaya sekolah. Budaya sekolah berarti merujuk pada kebiasaan-kebiasaan yang selama ini dilakukan di sekolah. Kebiasaan ini dapat berupa sikap, perbuatan, dan segala bentuk kegiatan yang dilakukan warga sekolah. Walaupun sulit, reformasi budaya sekolah bukanlah hal yang tidak mungkin. Untuk melakukannya diperlukan orang-orang yang bersedia melawan arus naif tentang inovasi dan terbuka terhadap kenyataan yang bersifat manusiawi. Hal ini berarti butuh partisipasi dari semua warga sekolah.
Perubahan yang positif dan konstruktif di sekolah biasanya membutuhkan waktu dan bersifat bertahap. Oleh karena itu, sebagai pemimpin, Bapak/Ibu CGP hendaknya terus berlatih mengelola diri sendiri sambil terus berupaya menggerakkan orang lain yang berada di dalam pengaruh Anda untuk menjalani proses perubahan ini bersama-sama. Hal ini perlu dilakukan dengan niatan belajar yang tulus demi mewujudkan visi sekolah.
Untuk dapat mewujudkan visi sekolah dan melakukan proses perubahan, maka perlu sebuah pendekatan atau paradigma. Pendekatan ini dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan. Jika diibaratkan seperti seorang pelari yang memiliki tujuan mencapai garis “finish”, maka ia butuh peralatan yang mendukung selama berlatih seperti alat olahraga. Dalam pembelajaran kali ini, kita akan mengeksplorasi paradigma yang disebut Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Konsep IA ini pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider (Noble & McGrath, 2016). Kita akan memakai pendekatan IA sebagai ‘alat olahraga’ untuk kita berlari mencapai garis “finish” kita yaitu visi yang kita impikan.
Dalam sebuah video di Youtube, Cooperrider, yang adalah tokoh yang mengembangkan IA, menyatakan bahwa pendekatan IA dapat membantu membebaskan potensi inovatif dan kreativitas, serta menyatukan orang dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh proses manajemen perubahan yang biasa. Manajemen perubahan yang biasa dilakukan lebih menitikberatkan pada masalah apa yang terjadi dan apa yang salah dari proses tersebut untuk diperbaiki. Hal ini berbeda dengan IA yang berusaha fokus pada kekuatan yang dimiliki setiap anggota dan menyatukannya untuk menghasilkan kekuatan tertinggi.
IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti positif ini merupakan potensi dan aset organisasi. Dengan demikian, dalam implementasinya, IA dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum organisasi menapak pada tahap selanjutnya dalam melakukan perencanaan perubahan.
Menurut Cooperrider, saat ini kita hidup pada zaman yang membutuhkan mata yang dapat melihat dan mengungkap hal yang benar dan baik. Mata yang mampu membukakan kemungkinan perbaikan dan memberikan penghargaan. Bila organisasi lebih banyak membangun sisi positif yang dimilikinya, maka kekuatan sumber daya manusia dalam organisasi tersebut dipastikan akan meningkat dan kemudian organisasi akan berkembang secara berkelanjutan. Dalam video di Youtube tersebut, Cooperider juga menceritakan bahwa pendapatnya ini sejalan dengan pendapat Peter Drucker, seorang Begawan dalam dunia kepemimpinan dan manajemen. Menurut Drucker, kepemimpinan dan manajemen adalah keabadian. Oleh sebab itu, seorang pemimpin bertugas menyelaraskan kekuatan yang dimiliki organisasi. Caranya adalah dengan mengupayakan agar kelemahan suatu sistem dalam organisasi menjadi tidak relevan, karena semua aspek dalam organisasi fokus pada penyelarasan kekuatan.
Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik. Nantinya, kelemahan, kekurangan, dan ketiadaan menjadi tidak relevan. Berpijak dari hal positif yang telah ada, sekolah kemudian menyelaraskan kekuatan tersebut dengan visi sekolah dan visi setiap warga sekolah.
Perubahan yang positif di sekolah tidak akan terjadi jika pertanyaan yang diajukan mengenai kondisi sekolah saat ini diawali dengan permasalahan yang terjadi atau mencari aktor sekolah yang melakukan kesalahan. Pertanyaan yang sering diajukan adalah, “Mengapa capaian hasil belajar siswa rendah?”, “Apa yang membuat rencana kegiatan sekolah tidak berjalan lancar?”, dan lain sebagainya. Motivasi untuk melakukan perubahan tentu akan berangsur menurun jika diskusi diarahkan pada permasalahan. Suasana psikologis yang terbangun tentu akan berbeda jika pertanyaan diawali dengan pertanyaan positif seperti ini :
• Hal-hal baik apa yang pernah dicapai murid di kelas?
• Apa hal menarik yang dapat dipetik pelajarannya dari setiap guru di kelas?
• Bagaimana mengembangkan praktik baik setiap guru untuk dipertahankan sebagai budaya sekolah?
BAGJA
Inilah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti dalam menerapkan perubahan sesuai dengan visi yang Anda telah impikan berdasarkan tahapan BAGJA. Tahap pertama, Buat Pertanyaan Utama. Di tahap ini, Anda merumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan apa yang diinginkan atau diimpikan. Tahap kedua, Ambil Pelajaran. Pada tahapan ini, Anda mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut. Tahap ketiga, Gali Mimpi. Pada tahapan ini, Anda dapat menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di sekolah. Disinilah visi benar-benar dirumuskan dengan jelas. Tahap ketiga, Jabarkan Rencana. Di tahapan ini, Anda dapat merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi. Tahapan terakhir, Atur Eksekusi. Di bagian ini, Anda memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan.
Tahap pertama, Buat Pertanyaan Utama. Di tahap ini, Anda merumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan apa yang diinginkan atau diimpikan.
Tahap kedua, Ambil Pelajaran. Pada tahapan ini, Anda mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut.
Tahap ketiga, Gali Mimpi. Pada tahapan ini, Anda dapat menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di sekolah. Disinilah visi benar-benar dirumuskan dengan jelas.
Tahap ketiga, Jabarkan Rencana. Di tahapan ini, Anda dapat merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi.
Tahapan terakhir, Atur Eksekusi. Di bagian ini, Anda memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan.
Semoga semua yang telah Anda pelajari memperkaya “persenjataan” Anda dalam meniti langkah-langkah kecil hingga terwujudnya visi Anda mengenai murid yang telah Anda jabarkan di Pembelajaran
Pada awal penerapannya, mungkin Anda akan merasakan kejanggalan atau meragukan keberhasilannya. Namun, kami mengajak Anda untuk mencobanya dan menikmati kurva belajarnya.
Kurva belajar yang Anda akan alami mirip seperti seekor anak burung yang belajar terbang. Pada saat pertama kali terbang, jalur terbang anak burung tidak akan langsung ke atas, tapi akan ke bawah dahulu kemudian meliuk ke atas sebagaimana terlihat pada gambar berikut.
Kurva belajar yang Anda akan alami mirip seperti seekor anak burung yang belajar terbang. Pada saat pertama kali terbang, jalur terbang anak burung tidak akan langsung ke atas, tapi akan ke bawah dahulu kemudian meliuk ke atas sebagaimana terlihat pada gambar berikut.
Dengan merujuk pada kurva belajar ini, maka marilah terus percaya bahwa pendekatan positif akan membuahkan hasil yang lebih luar biasa. Ini adalah kebiasaan baru.
Thursday, October 28, 2021
1.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara dalam Karya
1.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara dalam Karya
Ki Hadjar menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: "menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak” Maka Perlu adanya pendidikan dan pengajaran dengan model belajar dan bermain sesuai kodrat alam dan kodrat zaman yang berlandakan pada profil pelajar pancasila.
Wednesday, October 27, 2021
1.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Presentasi Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar’
Presentasi Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar’
Menurut Ki Hadjar Dewantara hakikat pendidikan adalah seluruh daya upaya yang dikerahkan secara terpadu untuk tujuan memerdekaan aspek lahir dan batin manusia. Pengajaran dalam pendidikan dimaknai sebagai upaya membebaskan anak didik dari ketidaktahuan serta sikap iri, dengki dan egois. Berdasarkan konsep di atas pendidikan dan pengajaran satu konsep kesatuan utuh yang saling mengisi untuk membentuk pengetahuan secara utuh dan kepribadian budi pekerti yang luhur.
Ki hajar dewantara mencetuskan Konsep trilogi pendidikan yaitu, 1) , ing ngarso sung tulodo (yang didepan memberi teladan). Guru menjadi teladan bagi siswa baik teladan dalam hal tingkah laku, dan teladan dalam sikap dan teladan pemikiran. 2), ing madyo mangun karso (yang di tengah membangun keinginan/cita-cita). Guru memiliki peranan penting untuk menstimulus agar terciptanya prakarsa dan ide di dalam proses pembelajaran. 3), tut wuri handayani (yang dibelakang memberi dorongan). Guru memberi dorongan bagi siswa setelah ia menyadari akan impiannya. seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan dan arahan. Pada pengertian itu seseorang harus dapat mendorong orang yang dalam tangungjawabnya untuk mencapai tujuan secara berkelanjutan dalam pekerjaannya.
Inilah Trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara, dengan begitu saya mengetahui makna dari Konspen Pendidikan dan pengajaran serta trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Beliau mengajarkan bagaimana kita bisa memerdekakan diri kita sendiri dan tentu saja merdeka sebagai rakyat, bangsa, dan negara. Singkatnya, Ki Hajar Dewantara mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang percaya diri baik sebagai individu maupun bagian dari sebuah bangsa dan memiliki budi pekerti yang luhur.
Berikut hasil refleksi 1.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Presentasi Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar’
VIDEO Presentasi Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar’
Tuesday, March 23, 2021
Monday, March 22, 2021
Sunday, March 7, 2021
CETAK BUKTI PENDAFTARAN PPDB 2021/2022 SMPN 2 SUKOREJO
Silahkan Cetak Bukti Pendaftaran dengan memasukkan No NISN Waktu Melakukan Pendaftaran
- Masukkan NISN yang telah ananda daftarkan melalui link pendaftaran
- Klik kirim dan tunggu sebantar
- File bukti pendaftaran segera dibawa ke SMPN 2 Sukorejo
- Membawa Kelengkapan berkas untk verifikasi dan validasi data
Wednesday, February 17, 2021
Pola Interaksi Makhluk hidup dalam Ekosistem Part 2
POLA INTERAKSI DALAM EKOSISTEM
- Siswa mampu menyebutkan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan dengan benar
- Siswa mampu membedakan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan disertai contohnya dengan benar
- Siswa mampu membedakan Rantai makanan, Jaring-jaring makanan, dan Piramida Makanan dengan tepat
- Siswa mampu menganalisis interaksi keterkaitan Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan dalam ekosistem dengan teliti
- Siswa mampu memprediksi akibat hilangnya peran produsen atau konsumen dalam suatu Rantai makanan, atau jaring-jaring makanan
Sebenarnya ada beberapa pola interaksi antar mahluk hidup. Pola interaksi tersebut dapat saling menguntungkan, merugikan satu pihak, menguntungkan satu pihak tetapi pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan, dua pihak saling memperebutkan satu hal, serta pihak yang satu menghambat pihak yang lain. Adapun pola-pola interaksi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Predasi
2. Netralisme
3. Kompetisi
5. Simbiosis
- Simbiosis Mutualisme
contoh : Simbiosis antara lebah madu dengan tanaman berbunga. Lebah madu diuntungkan karena mendapatkan makanan dari bunga, sedangkan bunga juga diuntungkan karena dibantu dalam proses penyerbukan. Contoh simbiosis mutualisme yang lain adalah simbiosis antara burung jalak dengan badak hitam, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan, flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam.
- Simbiosis Parasitisme
contoh :
Tumbuhan tali putri (Cuscuta filiformis) dengan tanaman inangnya. Tumbuhan tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada tumbuhan lain serta menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya sehingga merugikan
Benalu (Loranthus sp.) dengan tanaman inang. Benalu tidak mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap air dan unsur hara dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada batang tanaman inang dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk menyerap air dan unsur hara dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan.
Cacing perut (Ascaris Lumbricoides) dengan usus manusia . Cacing mengambil dan menyerap sari makanan, manusia dirugikan sehingga manusia kurus kekurangan gizi.
Kutu yang menghisap darah manusia. Kutu merupakan ektoparasit. Kutu biasanya menempel di kulit hewan mamalia dan manusia. Makanan kutu adalah darah inang. Kutu mengambil makanan dengan cara menggigit kulit inang lalu mengisap darahnya.
- Simbiosis Komensalisme
Merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan.contoh :Ikan hiu dengan ikan remora. Ikan remora sebagai hewan kecil yang hidupnya sering bersamaan dengan ikan hiu . Ikan remora dapat menempel pada ikan hiu, karena memiliki alat untuk menempelkan tubuhnya pada ikan hiu . Ikan hiu sekalipun diikuti oleh remora tidak untung dan tidak dirugikan oleh ikan remora, sedangkan ikan remora mendapat keuntungan dari ikan hiu yang berupa energi untuk berpindah tempat, dan memperoleh makanan dari sisa makanan dari ikan hiu.Bunga anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. Bunga anggrek merupakan tanaman epifit, yaitu tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis. Jadi, epifit tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.Ikan badut dengan anemon laut. Ikan badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan zat racun yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai karena kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari musuhnya karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.RANTAI MAKANAN
RANTAI MAKANAN
Komponen Rantai Makanan
- Produsen (organisme autotrof) merupakan makhluk hidup yang bisa memproduksi makanan sendiri. Sebagai contoh adalah tumbuhan.
- Konsumen merupakan makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Oleh sebab itu, untuk memperoleh energi, konsumen akan bergantung pada produsen atau makhluk lainnya
- Konsumen primer (konsumen tingakat 1) merupakan konsumen pertama di mana ia memperoleh energi langsung dari produsen. Sebagai contoh: makhluk hidup yang termasuk herbivora seperti sapi, kerbau, kelinci dan yang lainnya.
- Konsumen sekunder (konsumen tingakat 2) merupakan konsumen kedua yang memperoleh sumber energi atau makanan dari konsumen pertama. Sebagai contoh yaitu hewan pemakan daging atau yang juga sering disebut sebagai karnivora. Contohnya yakni kucing, anjing, ular dan yang lainnya.
- Konsumen tersier (konsumen tingakat 3) merupakan konsumen yang memperoleh sumber energi dengan memakan konsumen kedua. Sebagai contoh adalah burung elang, alap – alap, harimau, singa dan yang lainnya.
Jaring-Jaring Makanan
Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai makanan yang saling berhubungan dikombinasikan, tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
Piramida Makanan
Piramida Energi
Piramida Biomassa
Piramida Jumlah
Setelah kalian pelajari materi hari ini silahkan klik gambar di bawah ini untuk uji pemahaman kalian:
Tuesday, February 16, 2021
FUN TEST 1 IPA KELAS 7 Materi STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN
FUN TEST 1 IPA KELAS 7 Materi STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN
Siswa-siswa kelas SMPN 2 Sukorejo yang hebat, Sebelum pembelajaran dimulai mari kita berdoa terlebih dahulu semoga kita, keluarga, bapak/ibu dewan guru diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki
Petunjuk Mengerjakan:
- Klik tombol Quizz
- Silahkan login menggunakan akun google yang terdapat pada Hp kalin
- Ikuti petunjuk dan kerjakan quizz Fun test dengan seksama
- Kesempatan mengerjakan cuma 1 Kali
- Kerjakan dengan jujur karena kejujuran membawakan keberkahan ilmu
Monday, February 15, 2021
UH I PRAKARYA PENGOLAHAN MAKANAN
FUN TEST 1 PRAKARYA KELAS 8 Materi PENGOLAHAN MAKANAN
Siswa-siswa kelas SMPN 2 Sukorejo yang hebat, Sebelum pembelajaran dimulai mari kita berdoa terlebih dahulu semoga kita, keluarga, bapak/ibu dewan guru diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki
Petunjuk Mengerjakan:
- Klik tombol Quizz
- Silahkan login menggunakan akun google yang terdapat pada Hp kalin
- Ikuti petunjuk dan kerjakan quizz Fun test dengan seksama
- Kesempatan mengerjakan cuma 1 Kali
- Kerjakan dengan jujur karena kejujuran membawakan keberkahan ilmu
TEST UH 1 PAI KELAS 8 SMPN 2 SUKOREJO
TEST 1 PAI KELAS 8 Materi MAKANAN DAN MINUMAN HALAL & HARAM
Siswa-siswa kelas SMPN 2 Sukorejo yang hebat, Sebelum pembelajaran dimulai mari kita berdoa terlebih dahulu semoga kita, keluarga, bapak/ibu dewan guru diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki
Petunjuk Mengerjakan:
- Klik tombol Quizz
- Silahkan login menggunakan akun google yang terdapat pada Hp kalin
- Ikuti petunjuk dan kerjakan quizz Fun test dengan seksama
- Kesempatan mengerjakan cuma 1 Kali
- Kerjakan dengan jujur karena kejujuran membawakan keberkahan ilmu
Tuesday, February 9, 2021
Interaksi Antara Makhluk Hidup dan Lingkungannya
Interaksi Antara Makhluk Hidup dan Lingkungannya
Tujuan Pembelajaran
- Siswa memahami konsep ekosistem
- Siswa mampu membedakan komponen penyusun ekosistem
Lingkungan
Lingkungan adalah satu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang ada di atas tanah, di dalam tanah maupun di perairan. Di dalam lingkungannya, setiap makhluk hidup bergantung pada makhluk hidup lain dan bergantung pula pada sumber daya alam yang ada di sekitarnya
Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya, baik lingkungan yang berupa makhluk hidup maupun benda-benda tak hidup membentuk suatu hubungan timbal balik yang rumit dan kompleks. Makhluk hidup dengan lingkungannya yang saling berhubungan di alam, biasa di sebut dengan ekositem. jadi ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Contoh-contoh ekosistem diantaranya adalah halaman sekolah, halaman rumah, kolam, sungai, danau, hutan, padang pasir,laut,dan padang rumput.
Komponen Punyusun Ekosistem Berdasarkan fungsinya
1. Komponen Biotik
a. Produsen
b. Konsumen
2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik merupakan semua benda tak hidup yang terdapat di dalam lingkungan. Keberadaan komponen abiotik sangat berpengaruh pada jenis makhluk hidup yang menempati suatu lingkungan. Beberapa komponen abiotik misalnya:
Cahaya matahari. Sinar matahari adalah sumber utama energi untuk semua organisme di bumi. CO₂ dan air berubah menjadi karbohidrat dan oksigen selama fotosintesis dengan menggunakan sinar matahari.
- Udara terdiri dari berbagai jenis gas seperti oksigen, hidrogen, karbon dioksida dan nitrogen. Semua organisme membutuhkan udara untuk kegiatan mereka. Sebagai contoh, oksigen yang diperlukan selama respirasi bahwa oksida (membakar) karbohidrat untuk menghasilkan energi. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida sebagai bahan baku untuk memproduksi karbohidrat dan nitrogen untuk memproduksi protein.
- Air. Semua organisme di bumi butuhkan air untuk bertahan hidup. Tanaman, serta hewan dan manusia, akan dehidrasi dan mati jika mereka kekurangan air. Dalam tubuh manusia, air berfungsi sebagai pelarut melarutkan semua bahan yang dimakan oleh organisme. Air juga merupakan habitat ikan dan katak
- Suhu merupakan salah satu komponen penting bagi organisme untuk bertahan hidup di bumi. Setiap organisme membutuhkan rentang tertentu suhu untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, tanaman yang hidup di daerah panas seperti kaktus akan mati atau tumbuh buruk jika mereka ditanam di daerah dingin dan sebaliknya
Komponen Punyusun Ekosistem Berdasarkan Peran
- Individu adalah makhluk hidup tunggal atau satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor kambing, seekor burung dan sebuah pohon cemara.
3. Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas sungai, komunitas hutan jati, komunitas padang rumput dan komunitas hutan pinus.
Monday, February 8, 2021
Materi Kelas 8 Meyakini ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram berdasarkan al-Qur’an dan Hadis
Materi Kelas 8 Meyakini ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram berdasarkan al-Qur’an dan Hadis
1. Makanan Halal











