Monday, December 6, 2021

WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR DENGAN EKSTRAKURIKULER IPA NYENTRIK

 

WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR DENGAN EKSTRAKURIKULER IPA NYENTRIK  

            Kegiatan  Ekstrakurikuler  adalah  kegiatan  kurikuler  yang  dilakukan  oleh peserta  didik  di  luar  jam  belajar  kegiatan  intrakurikuler  dan  kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Kegiatan  Ekstrakurikuler  diselenggarakan  dengan  tujuan  untuk 
mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan  kemandirian  peserta  didik  secara  optimal  dalam  rangka  mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. 
                                                     
        Dalam rangka wujudkan merdeka belajar serta memberikan semangat belajar IPA, Guru Rumpun IPA SMP Negeri 2 Sukorejo wujudkan ektrakurikuler IPA dengan pendekatan menyenangkan dan menarik (NyenTrik). Hal ini di harapkan dapat meningkatkan literasi sains pada siswa, merancang desain rekayasa terhadap produk yang akan dibuat, serta menghasilkan jiwa sainsprenur pada peserta didik di era 5.0. 

    Kegiatan Ekstrakurikuler di bidang IPA jenjang SMP yang berbasis sainspreuneur ini, merupakan tindak lanjut dan sesuai dengan arahan dari Kemendikbud melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Pendidik (P4TK) IPA,  saat Diklat Pembina Ekskul bidang IPA di Hotel View tahun 2021 . Berbeda dengan ekstrakurikuler IPA sebelumnya seperti karya ilmiah ataupun Olympiade Sains, bentuk kegiatan Ekstrakurikuler IPA berbasis Sainspreuneur ini lebih variatif karena  mengakomodir kegiatan teori baik seperti literasi sains dengan kegiatan praktek menghasilkan produk ataupun karya yang akan didesain semenarik mungkin agar memiliki nilai jual.




Thursday, November 25, 2021

Visi Guru Penggerak

    

Visi Guru Penggerak

Menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman dan bermakna bagi murid sepertinya sudah menjadi hal yang umum diinginkan semua pihak. Mungkin saja, sebagian dari Bapak/Ibu juga menuliskan mimpi itu pada gambaran visinya. Namun, dalam prakteknya, kalimat tersebut bukan kalimat yang mudah untuk diwujudkan. Perlu perubahan yang mendasar dan upaya yang konsisten. Inilah salah satu tujuan visi, yaitu untuk mencapai perubahan yang lebih baik dari kondisi saat ini. Visi membantu kita untuk melihat kondisi saat ini sebagai garis “start” dan membayangkan garis “finish” seperti apa yang ingin dicapai. Ini bagaikan seorang pelari yang perlu mengetahui garis “start” dan garis “finish” bahkan sebelum ia benar-benar berlari melintasi jalur lari tersebut.

Menurut Evans (2001), untuk memastikan bahwa perubahan terjadi secara mendasar dalam operasional sekolah, maka para pemimpin sekolah hendaknya mulai dengan memahami dan mendorong perubahan budaya sekolah. Budaya sekolah berarti merujuk pada kebiasaan-kebiasaan yang selama ini dilakukan di sekolah. Kebiasaan ini dapat berupa sikap, perbuatan, dan segala bentuk kegiatan yang dilakukan warga sekolah. Walaupun sulit, reformasi budaya sekolah bukanlah hal yang tidak mungkin. Untuk melakukannya diperlukan orang-orang yang bersedia melawan arus naif tentang inovasi dan terbuka terhadap kenyataan yang bersifat manusiawi. Hal ini berarti butuh partisipasi dari semua warga sekolah. 

Perubahan yang positif dan konstruktif di sekolah biasanya membutuhkan waktu dan bersifat bertahap. Oleh karena itu, sebagai pemimpin, Bapak/Ibu CGP hendaknya terus berlatih mengelola diri sendiri sambil terus berupaya menggerakkan orang lain yang berada di dalam pengaruh Anda untuk menjalani proses perubahan ini bersama-sama. Hal ini perlu dilakukan dengan niatan belajar yang tulus demi mewujudkan visi sekolah.

 Untuk dapat mewujudkan visi sekolah dan melakukan proses perubahan, maka perlu sebuah pendekatan atau paradigma. Pendekatan ini dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan. Jika diibaratkan seperti seorang pelari yang memiliki tujuan mencapai garis “finish”, maka ia butuh peralatan yang mendukung selama berlatih seperti alat olahraga. Dalam pembelajaran kali ini, kita akan mengeksplorasi paradigma yang disebut Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Konsep IA ini pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider (Noble & McGrath, 2016). Kita akan memakai pendekatan IA sebagai ‘alat olahraga’ untuk kita berlari mencapai garis “finish” kita yaitu visi yang kita impikan.

Dalam sebuah video di Youtube, Cooperrider, yang adalah tokoh yang mengembangkan IA, menyatakan bahwa pendekatan IA dapat membantu membebaskan potensi inovatif dan kreativitas, serta menyatukan orang dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh proses manajemen perubahan yang biasa. Manajemen perubahan yang biasa dilakukan lebih menitikberatkan pada masalah apa yang terjadi dan apa yang salah dari proses tersebut untuk diperbaiki. Hal ini berbeda dengan IA yang berusaha fokus pada kekuatan yang dimiliki setiap anggota dan menyatukannya untuk menghasilkan kekuatan tertinggi.

IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti positif ini merupakan potensi dan aset organisasi. Dengan demikian, dalam implementasinya, IA dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum organisasi menapak pada tahap selanjutnya dalam melakukan perencanaan perubahan.

Menurut Cooperrider, saat ini kita hidup pada zaman yang membutuhkan mata yang dapat melihat dan mengungkap hal yang benar dan baik. Mata yang mampu membukakan kemungkinan perbaikan dan memberikan penghargaan. Bila organisasi lebih banyak membangun sisi positif yang dimilikinya, maka kekuatan sumber daya manusia dalam organisasi tersebut dipastikan akan meningkat dan kemudian organisasi akan berkembang secara berkelanjutan. Dalam video di Youtube tersebut, Cooperider juga menceritakan bahwa pendapatnya ini sejalan dengan pendapat Peter Drucker, seorang Begawan dalam dunia kepemimpinan dan manajemen. Menurut Drucker, kepemimpinan dan manajemen adalah keabadian. Oleh sebab itu, seorang pemimpin bertugas menyelaraskan kekuatan yang dimiliki organisasi. Caranya adalah dengan mengupayakan agar kelemahan suatu sistem dalam organisasi menjadi tidak relevan, karena semua aspek dalam organisasi fokus pada penyelarasan kekuatan.

Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik. Nantinya, kelemahan, kekurangan, dan ketiadaan menjadi tidak relevan. Berpijak dari hal positif yang telah ada, sekolah kemudian menyelaraskan kekuatan tersebut dengan visi sekolah dan visi setiap warga sekolah. 

Perubahan yang positif di sekolah tidak akan terjadi jika pertanyaan yang diajukan mengenai kondisi sekolah saat ini diawali dengan permasalahan yang terjadi atau mencari aktor sekolah yang melakukan kesalahan. Pertanyaan yang sering diajukan adalah, “Mengapa capaian hasil belajar siswa rendah?”, “Apa yang membuat rencana kegiatan sekolah tidak berjalan lancar?”, dan lain sebagainya. Motivasi untuk melakukan perubahan tentu akan berangsur menurun jika diskusi diarahkan pada permasalahan. Suasana psikologis yang terbangun tentu akan berbeda jika pertanyaan diawali dengan pertanyaan positif seperti ini :

Hal-hal baik apa yang pernah dicapai murid di kelas?

Apa hal menarik yang dapat dipetik pelajarannya dari setiap guru di kelas?

Bagaimana mengembangkan praktik baik setiap guru untuk dipertahankan sebagai budaya sekolah?


BAGJA
 

Inilah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti dalam menerapkan perubahan sesuai dengan visi yang Anda telah impikan berdasarkan tahapan BAGJA. Tahap pertama, Buat Pertanyaan Utama. Di tahap ini, Anda merumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan apa yang diinginkan atau diimpikan. Tahap kedua, Ambil Pelajaran. Pada tahapan ini, Anda mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut. Tahap ketiga, Gali Mimpi. Pada tahapan ini, Anda dapat menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di sekolah. Disinilah visi benar-benar dirumuskan dengan jelas. Tahap ketiga, Jabarkan Rencana. Di tahapan ini, Anda dapat merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi. Tahapan terakhir, Atur Eksekusi. Di bagian ini, Anda memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan. 

Tahap pertama, Buat Pertanyaan Utama. Di tahap ini, Anda merumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan apa yang diinginkan atau diimpikan. 

Tahap kedua, Ambil Pelajaran. Pada tahapan ini, Anda mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut. 

Tahap ketiga, Gali Mimpi. Pada tahapan ini, Anda dapat menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di sekolah. Disinilah visi benar-benar dirumuskan dengan jelas. 

Tahap ketiga, Jabarkan Rencana. Di tahapan ini, Anda dapat merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi. 

Tahapan terakhir, Atur Eksekusi. Di bagian ini, Anda memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan.


Semoga semua yang telah Anda pelajari memperkaya “persenjataan” Anda dalam meniti langkah-langkah kecil hingga terwujudnya visi Anda mengenai murid yang telah Anda jabarkan di Pembelajaran

Pada awal penerapannya, mungkin Anda akan merasakan kejanggalan atau meragukan keberhasilannya. Namun, kami mengajak Anda untuk mencobanya dan menikmati kurva belajarnya. 

Kurva belajar yang Anda akan alami mirip seperti seekor anak burung yang belajar terbang.  Pada saat pertama kali terbang, jalur terbang anak burung tidak akan langsung ke atas, tapi akan ke bawah dahulu kemudian meliuk ke atas sebagaimana terlihat pada gambar berikut. 



    Pada awal penerapannya, mungkin Anda akan merasakan kejanggalan atau meragukan keberhasilannya. Namun, kami mengajak Anda untuk mencobanya dan menikmati kurva belajarnya. 

Kurva belajar yang Anda akan alami mirip seperti seekor anak burung yang belajar terbang.  Pada saat pertama kali terbang, jalur terbang anak burung tidak akan langsung ke atas, tapi akan ke bawah dahulu kemudian meliuk ke atas sebagaimana terlihat pada gambar berikut. 

Dengan merujuk pada kurva belajar ini, maka marilah terus percaya bahwa pendekatan positif akan membuahkan hasil yang lebih luar biasa. Ini adalah kebiasaan baru.

Thursday, October 28, 2021

1.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara dalam Karya

1.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara dalam Karya









Ki Hadjar menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: "menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat  menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan  tumbuhnya kekuatan kodrat anak” Maka Perlu adanya pendidikan dan pengajaran dengan model belajar dan bermain sesuai kodrat alam dan kodrat zaman yang berlandakan pada profil pelajar pancasila.  






Wednesday, October 27, 2021

1.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Presentasi Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar’

Presentasi Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar’

OLEH AKHMAD NASOR
GURU SMPN 2 SUKOREJO KABUPATEN PASURUAN
CGP IV KAB. PASURUAN


Menurut Ki Hadjar Dewantara hakikat pendidikan adalah seluruh daya upaya yang dikerahkan secara terpadu untuk tujuan memerdekaan aspek lahir dan batin manusia. Pengajaran dalam pendidikan dimaknai sebagai upaya membebaskan anak didik dari ketidaktahuan serta sikap iri, dengki dan egois. Berdasarkan konsep di atas pendidikan dan pengajaran satu konsep kesatuan utuh yang saling mengisi untuk membentuk pengetahuan secara utuh dan kepribadian budi pekerti yang luhur.


Ki hajar dewantara mencetuskan Konsep trilogi pendidikan yaitu, 1) , ing ngarso sung tulodo (yang didepan memberi teladan). Guru menjadi teladan bagi siswa baik teladan dalam hal tingkah laku, dan teladan dalam sikap dan teladan pemikiran. 2), ing madyo mangun karso (yang di tengah membangun keinginan/cita-cita). Guru memiliki peranan penting untuk menstimulus agar terciptanya prakarsa dan ide di dalam proses pembelajaran. 3), tut wuri handayani (yang dibelakang memberi dorongan). Guru memberi dorongan bagi siswa setelah ia menyadari akan impiannya. seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan dan arahan. Pada pengertian itu seseorang harus dapat mendorong orang yang dalam tangungjawabnya untuk mencapai tujuan secara berkelanjutan dalam pekerjaannya.


Inilah Trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara, dengan begitu saya  mengetahui makna dari Konspen Pendidikan dan pengajaran serta trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Beliau mengajarkan bagaimana kita bisa memerdekakan diri kita sendiri dan tentu saja merdeka sebagai rakyat, bangsa, dan negara. Singkatnya, Ki Hajar Dewantara mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang percaya diri baik sebagai individu maupun bagian dari sebuah bangsa dan memiliki budi pekerti yang luhur.


Berikut hasil refleksi 1.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Presentasi Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar’





VIDEO  Presentasi Kerangka Filosofis ‘Merdeka Belajar’


Monday, March 22, 2021

Sunday, March 7, 2021

CETAK BUKTI PENDAFTARAN PPDB 2021/2022 SMPN 2 SUKOREJO

Silahkan Cetak Bukti Pendaftaran dengan memasukkan No NISN Waktu Melakukan Pendaftaran



Panduan Cetak: 
  1. Masukkan NISN yang telah ananda daftarkan melalui link pendaftaran
  2.  Klik kirim dan tunggu sebantar 
  3.  File bukti pendaftaran segera dibawa ke SMPN 2 Sukorejo 
  4.  Membawa Kelengkapan berkas untk verifikasi dan validasi data




Wednesday, February 17, 2021

Pola Interaksi Makhluk hidup dalam Ekosistem Part 2

 POLA INTERAKSI DALAM EKOSISTEM



Tujuan Pembelajaran Hari ini yaitu :
  1.  Siswa mampu menyebutkan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan dengan benar
  2.  Siswa mampu membedakan 5 macam pola interaksi dalam lingkungan disertai contohnya dengan benar  
  3.  Siswa mampu membedakan Rantai makanan, Jaring-jaring makanan, dan Piramida Makanan dengan tepat
  4.  Siswa mampu menganalisis interaksi keterkaitan Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan dalam ekosistem dengan teliti
  5. Siswa mampu memprediksi akibat hilangnya peran produsen atau konsumen dalam suatu Rantai makanan, atau jaring-jaring makanan  

        

Add a subheading by akhmad nasorDalam ekosistem terdapat interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya, serta antar mahluk hidup itu sendiri. Jika dalam sebuah ekosistem terdapat dua mahluk hidup yang berbeda jenis, misalnya seekor katak dengan seekor capung, maka yang terjadi adalah capung akan dimangsa oleh katak karena capung merupakan makanan bagi katak. Seperti kita ketahui dalam ekosistem tidak hanya terdapat dua jenis mahluk hidup yang berbeda, tetapi ada berbagai jenis mahluk hidup yang menempati sebuah ekosistem.  Dengan demikian tentunya akan terdapat beberapa pola interaksi diantara mereka. Nah, bagaimana interaksi diantara mereka ya? Adakah interaksi yang saling menguntungkan diantara mereka? Lebih lengkapnya kita pelajari bersama yuk!!

    Sebenarnya ada beberapa pola interaksi antar mahluk hidup. Pola interaksi tersebut dapat saling menguntungkan, merugikan satu pihak, menguntungkan satu pihak tetapi pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan, dua pihak saling memperebutkan satu hal, serta pihak yang satu menghambat pihak yang lain. Adapun pola-pola interaksi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Predasi 

Predasi merupakan interaksi antara pemangsa (predator) dengan mangsanya (prey). Hubungan antara pemangsa dan hewan yang dimangsanya sangatlah erat, pemangsa tidak akan dapat hidup jika tidak ada mangsa. Selain itu, pemangsa juga berperan sebagai pengontrol populasi mangsa.
contoh : interaksi antara kucing dengan tikus, ular dengan katak, harimau dengan kijang.

2. Netralisme 

Netralisme adalah hubungan antar mahluk hidup berbeda jenis  yang tidak saling mempengaruhi, meskipun mahluk hidup tersebut berada dalam habitat yang sama.
contoh :  interaksi antara kucing dan ayam di kebun. Kucing dan ayam tidak saling mempengaruhi karena mempunyai jenis makanan yang berbeda.

3.  Kompetisi

Merupakan interaksi antar mahluk hidup yang berbeda jenis untuk memperebutkan satu hal yang sama.
contoh : persaingan antara kerbau dan kambing di padang rumput yang sama.

4. Antibiosis

Merupakan interaksi antar mahluk hidup dimana mahluk hidup yang satu menghambat pertumbuhan mahluk hidup yang lain.
contoh : interaksi antara jamur Penicillium dengan jenis mikroorganisme lain, jamur Penicillium mengeluarkan antibiotik yang dapat menghambat atau mematikan mikroorganisme lain yang hidup di sekitarnya.



5. Simbiosis 

Simbiosis merupakan interaksi antara mahluk hidup berbeda jenis dalam satu tempat dan waktu tertentu yang hubungannya sangat erat.

  • Simbiosis Mutualisme

Merupakan hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan.
contoh : Simbiosis antara lebah madu dengan tanaman berbunga.  Lebah madu diuntungkan karena mendapatkan makanan dari bunga, sedangkan bunga juga diuntungkan karena dibantu dalam proses penyerbukan. Contoh simbiosis mutualisme yang lain adalah simbiosis antara burung jalak dengan badak hitam, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan, flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam.

  • Simbiosis Parasitisme 


Merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain dirugikan. Pihak yang mendapat keuntungan disebut sebagai parasit, sedangkan pihak yang dirugikan disebut inang.
contoh :
Tumbuhan tali putri (Cuscuta filiformis) dengan tanaman inangnya. Tumbuhan tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada tumbuhan lain serta menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya sehingga merugikan
Benalu (Loranthus sp.) dengan tanaman inang. Benalu tidak mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap air dan unsur hara dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada batang tanaman inang dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk menyerap air dan unsur hara dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan.
Cacing perut (Ascaris Lumbricoides) dengan usus manusia . Cacing mengambil dan menyerap sari makanan, manusia dirugikan sehingga manusia kurus kekurangan gizi.
Kutu yang menghisap darah manusia. Kutu merupakan ektoparasit. Kutu biasanya menempel di kulit hewan mamalia dan manusia. Makanan kutu adalah darah inang. Kutu mengambil makanan dengan cara menggigit kulit inang lalu mengisap darahnya.

  • Simbiosis Komensalisme 


Merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan.
contoh :
Ikan hiu dengan ikan remora. Ikan remora sebagai hewan kecil yang hidupnya sering bersamaan dengan ikan hiu . Ikan remora dapat menempel pada ikan hiu, karena memiliki alat untuk menempelkan tubuhnya pada ikan hiu . Ikan hiu sekalipun diikuti oleh remora tidak untung dan tidak dirugikan oleh ikan remora, sedangkan ikan remora mendapat keuntungan dari ikan hiu yang berupa energi untuk berpindah tempat, dan memperoleh makanan dari sisa makanan dari ikan hiu.
Bunga anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.  Bunga anggrek merupakan tanaman epifit, yaitu tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis. Jadi, epifit tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.
Ikan badut dengan anemon laut. Ikan badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan zat racun yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai karena kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari musuhnya karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.

RANTAI MAKANAN



Rantai Makanan adalah peristiwa makan-dimakan, dan cara makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidupnya. 

Komponen Rantai Makanan

  1. Produsen (organisme autotrof) merupakan makhluk hidup yang bisa memproduksi makanan sendiri. Sebagai contoh adalah tumbuhan.
  2. Konsumen merupakan makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Oleh sebab itu, untuk memperoleh energi, konsumen akan bergantung pada produsen atau makhluk lainnya
  • Konsumen primer (konsumen tingakat 1) merupakan konsumen pertama di mana ia memperoleh energi langsung dari produsen. Sebagai contoh: makhluk hidup yang termasuk herbivora seperti sapi, kerbau, kelinci dan yang lainnya.
  • Konsumen sekunder (konsumen tingakat 2) merupakan konsumen kedua yang memperoleh sumber energi atau makanan dari konsumen pertama. Sebagai contoh yaitu hewan pemakan daging atau yang juga sering disebut sebagai karnivora. Contohnya yakni kucing, anjing, ular dan yang lainnya.
  • Konsumen tersier (konsumen tingakat 3) merupakan konsumen yang memperoleh sumber energi dengan memakan konsumen kedua. Sebagai contoh adalah burung elang, alap – alap, harimau, singa dan yang lainnya.
    3. Dekomposer merupakan organisme yang memiliki tugas dalam mengurai bangkai- bangkai makhluk hidup. contoh bakteri  dan jamur
     4.  Detritus merupakan partikel – partikel organik yang merupakan hasil penguraian dari berbagai organisme mati dan sisa organisme. Detritus ini adalah makanan untuk berbeagai organisme seperti cacing,  rayap, keluwing, dan juga kecoa. Detritus bisa membentuk rantai makanan yang disebut sebagai detritivor.





Jaring-Jaring Makanan    


Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai makanan yang saling berhubungan dikombinasikan, tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
Coba Amati ada berapa jaring-jaring makanan:

Piramida Makanan

Piramida Energi

Piramida energi merupakan piramida yang menunjukan hilangnya energi pada waktu perpindahan energi makanan dalam setiap tingkat trofik pada sebuah ekosistem.

Piramida Biomassa

Piramida biomassa merupakan sebuah piramida yang menunjukan berkurangnya transfer energi di dalam setiap tingkat trofik dalam sebuah ekosistem.

Piramida Jumlah

Piramida jumlah merupakan sebuah piramida yang menunjukan jumlah individu dalam setiap tingkat trofik pada sebuah ekosistem.


Rangkuman Materi pola interkasi dalam ekosistem

Setelah kalian pelajari materi hari ini silahkan klik gambar di bawah ini untuk uji pemahaman kalian:




Setelah ujian silahkan kalian refleksi pembelajaran hari ini:

Tuesday, February 16, 2021

FUN TEST 1 IPA KELAS 7 Materi STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN

 

FUN TEST 1 IPA KELAS 7 Materi  STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN 

Siswa-siswa kelas SMPN 2 Sukorejo yang hebat, Sebelum pembelajaran dimulai mari kita berdoa terlebih dahulu semoga kita, keluarga, bapak/ibu dewan guru diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki

Petunjuk Mengerjakan:

  1.   Klik tombol Quizz
  2.  Silahkan login menggunakan akun google yang terdapat pada Hp kalin
  3.  Ikuti petunjuk dan kerjakan quizz Fun test dengan seksama 
  4.  Kesempatan mengerjakan cuma 1 Kali
  5.  Kerjakan dengan jujur karena kejujuran membawakan keberkahan ilmu



Monday, February 15, 2021

UH I PRAKARYA PENGOLAHAN MAKANAN

 

FUN TEST 1 PRAKARYA KELAS 8 Materi  PENGOLAHAN MAKANAN 

Siswa-siswa kelas SMPN 2 Sukorejo yang hebat, Sebelum pembelajaran dimulai mari kita berdoa terlebih dahulu semoga kita, keluarga, bapak/ibu dewan guru diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki

Petunjuk Mengerjakan:

  1.   Klik tombol Quizz
  2.  Silahkan login menggunakan akun google yang terdapat pada Hp kalin
  3.  Ikuti petunjuk dan kerjakan quizz Fun test dengan seksama 
  4.  Kesempatan mengerjakan cuma 1 Kali
  5.  Kerjakan dengan jujur karena kejujuran membawakan keberkahan ilmu







TEST UH 1 PAI KELAS 8 SMPN 2 SUKOREJO

TEST 1 PAI KELAS 8 Materi MAKANAN DAN MINUMAN HALAL & HARAM

Siswa-siswa kelas SMPN 2 Sukorejo yang hebat, Sebelum pembelajaran dimulai mari kita berdoa terlebih dahulu semoga kita, keluarga, bapak/ibu dewan guru diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki

Petunjuk Mengerjakan:

  1.   Klik tombol Quizz
  2.  Silahkan login menggunakan akun google yang terdapat pada Hp kalin
  3.  Ikuti petunjuk dan kerjakan quizz Fun test dengan seksama 
  4.  Kesempatan mengerjakan cuma 1 Kali
  5.  Kerjakan dengan jujur karena kejujuran membawakan keberkahan ilmu


Silahkan Klik Di Sini


Tuesday, February 9, 2021

Interaksi Antara Makhluk Hidup dan Lingkungannya

Interaksi Antara Makhluk Hidup dan Lingkungannya       

Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa memahami konsep ekosistem 
  2. Siswa mampu membedakan komponen penyusun ekosistem
SMPN 2 SUKOREJO by akhmad nasor

Lingkungan

        Lingkungan adalah satu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang ada di atas tanah, di dalam tanah maupun di perairan. Di dalam lingkungannya, setiap makhluk hidup bergantung pada makhluk hidup lain dan bergantung pula pada sumber daya alam yang ada di sekitarnya

            Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya, baik lingkungan yang berupa makhluk hidup maupun benda-benda tak hidup membentuk suatu hubungan timbal balik yang rumit dan kompleks. Makhluk hidup dengan lingkungannya yang saling berhubungan di alam, biasa di sebut dengan ekositem. jadi ekosistem adalah  suatu sistem yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Contoh-contoh ekosistem diantaranya adalah halaman sekolah, halaman rumah, kolam, sungai, danau, hutan, padang pasir,laut,dan padang rumput.            


Pada Bab ini, kamu akan mempelajari interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Untuk memahami bab ini dengan baik, coba pahami lebih dahulu mengenai lingkungan dan melakukan pengamatan terhadap lingkungan.

Komponen Punyusun Ekosistem Berdasarkan fungsinya

Komponen penyusun ekosistem terdiri dari komponen biotik yaitu komponen yang hidup dan komponen abiotik yaitu komponen yang tak hidup.  berikut penjelsan komponen penyusun ekosistem:

1. Komponen Biotik

     Komponen biotik merupakan semua makhluk hidup yang terdapat dalam lingkungan seperti hewan, tumbuhan, manusia dan organisme lainnya. Setiap makhluk hidup tersebut mempunyai kedudukan dan peran tertentu dalam lingkungan. Kedudukan makhluk hidup dalam lingkungannya disebut nisia. Menurut peranannya, komponen biotik dibedakan menjadi tiga,yaitu:

a. Produsen


    Produsen, merupakan makhluk hidup yang dapat menghasilkan zat makanan yang diperlukan organisme lain. Tugas ini diperankan oleh organisme yang mempunyai klorofil (zat hijau daun) yaitu tumbuhan hijau. Tumbuhan mensintesis/membuat zat makanan menggunakan bahan karbondioksida (CO₂) dan air (H₂O) dengan bantuan cahaya matahari. Proses ini berlangsung di dalam klorofil dan dinamakan proses fotosintesis.



    Tumbuhan yang dapat membuat makanan sendiri disebut organisme autotrof. Tumbuhan yang menggunakan sinar matahari untuk membantu proses fotosintesis disebut fotoautotrof, contohnya antara lain pohon pisang, pohon jati, palem, pakis haji, ganggang (alga), lumut, tumbuhan paku, dan berbagai tumbuhan biji lainnya. Sementara itu, bakteri tidak menggunakan sinar matahari untuk proses pembuatan makanannya, melainkan menggunakan cadangan energinya dalam senyawa kimia, proses ini disebut kemoautotrof.

b. Konsumen

       Konsumen, merupakan makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri (organisme heterotrof). Konsumen bergantung pada organisme lain untuk makanannya. Contoh kelompok konsumen diantaranya hewan, manusia, dan tumbuhan  yang tidak berklorofil misalnya tali putri, dan jamur. Berdasarkan jenis makanannya, makhluk hidup dibedakan menjadi herbivora, karnivora, dan omnivora. Herbivora adalah organisme yang hanya makan tumbuhan, misalnya sapi, kambing, zebra, kuda, gajah, rusa , ayam, dan lain sebagainya. Karnivora adalah organisme yang hanya makan hewan, contohnya harimau, singa, anjing, dan lain-lain. Sedangkan omnivora adalah organisme yang makan tumbuhan juga makan hewan, misalnya manusia, kucing.



c. Pengurai

              Pengurai (decomposer), bertugas membusukkan dan menguraikan hewan dan tumbuhan yang telah mati. Makhluk hidup   yang berperan sebagai pengurai antara lain cacing, bakteri dan jamur. Organisme pengurai ini sangat penting karena menjaga stabilitas ekosistem dengan mengurai zat-zat sisa menjadi unsur hara yang akan diserap oleh tanah. Unsur hara yang ada di dalam tanah tersebut akan digunakan oleh tumbuhan sebagai bahan penunjang pertumbuhannya. .

  2. Komponen Abiotik

        Komponen abiotik merupakan semua benda tak hidup yang terdapat di dalam lingkungan. Keberadaan komponen abiotik sangat berpengaruh pada jenis makhluk hidup yang menempati suatu lingkungan. Beberapa komponen abiotik misalnya:

        Cahaya matahari. Sinar matahari adalah sumber utama energi untuk semua organisme di bumi. CO₂ dan air berubah menjadi karbohidrat dan oksigen selama fotosintesis dengan menggunakan sinar matahari.

  1. Udara terdiri dari berbagai jenis gas seperti oksigen, hidrogen, karbon dioksida dan nitrogen. Semua organisme membutuhkan udara untuk kegiatan mereka. Sebagai contoh, oksigen yang diperlukan selama respirasi bahwa oksida (membakar) karbohidrat untuk menghasilkan energi. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida sebagai bahan baku untuk memproduksi karbohidrat dan nitrogen untuk memproduksi protein.
  2. Air. Semua organisme di bumi butuhkan air untuk bertahan hidup. Tanaman, serta hewan dan manusia, akan dehidrasi dan mati jika mereka kekurangan air. Dalam tubuh manusia, air berfungsi sebagai pelarut melarutkan semua bahan yang dimakan oleh organisme. Air juga merupakan habitat ikan dan katak
  3. Suhu merupakan salah satu komponen penting bagi organisme untuk bertahan hidup di bumi. Setiap organisme membutuhkan rentang tertentu suhu untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, tanaman yang hidup di daerah panas seperti kaktus akan mati atau tumbuh buruk jika mereka ditanam di daerah dingin dan sebaliknya

        

Komponen Punyusun Ekosistem Berdasarkan Peran

  1. Individu adalah makhluk hidup tunggal atau satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor kambing, seekor burung dan sebuah pohon cemara.


  2. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat           yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas            meja. Di sebuah kolam, terdapat populasi ikan, populasi teratai, populasi lumut.
 


3.  
Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas sungai, komunitas hutan jati, komunitas padang rumput dan komunitas hutan pinus.
4. Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang terdapat di dalamnya.


5. Bioma dan Biosfer
Bioma adalah suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya. Contoh :Bioma Gurun, Bioma Hutan Hujan Tropis, Bioma Tundra.
Biosfer adalah berbagai bioma di permukaan bumi yang saling berhubungan dan membentuk sistem yang lebih besar lagi.

Monday, February 8, 2021

Materi Kelas 8 Meyakini ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram berdasarkan al-Qur’an dan Hadis

Materi Kelas 8 Meyakini ketentuan makanan dan minuman yang halal dan haram berdasarkan al-Qur’an dan Hadis 







1. Makanan Halal

`
a. Halal, artinya dibolehkan berdasarkan ketentuan syariat Islam.
b. Tayyib, artinya baik, mengandung nutrisi, bergizi, dan menyehatkan.



Artinya : “Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. (Q.S. al-Māidah/5 : 88)

Nah, sekarang menjadi lebih jelas, bukan? Bagi seorang muslim makanan dan minuman itu sangat berarti dalam kehidupan. Makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak asal mengenyangkan saja, tetapi harus halalan tayyiban. 


Adapun halalnya makanan dan minuman meliputi tiga kriteria berikut ini : 

a. Halal dari segi wujudnya/zatnya makanan itu sendiri, yaitu tidak termasuk makanan yang     diharamkan oleh Allah Swt. 
b. Halal dari segi cara mendapatkannya 
c. Halal dalam proses pengolahannya. 

Ada orang yang menyatakan bahwa untuk bisa mendapatkan makanan yang halal itu sulit. Namun banyak juga orang yang mampu menjaga diri agar makanan yang masuk ke dalam tubuhnya dijaga akan kehalalannya.

Adapun jenis-jenis makanan halal menurut wujudnya adalah sebagai berikut : 

1) Makanan yang disebut halal oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal ini sesuai dengan hadis berikut :




Artinya : “Apa yang dihalalkan oleh Allah dalam Kitab-Nya adalah halal dan apa yang diharamkan Allah di dalam Kitab-Nya adalah haram, dan apa yang didiamkan (tidak diterangkan), maka barang itu termasuk yang dimaafkan”. (H.R. Ibnu Majah dan Tirmizi) 

2) Makanan yang tidak kotor dan tidak menjijikkan. Hal ini sesuai firman Allah dalam Q.S. al-A’rāf/7 ayat 157 :




3) Makanan yang tidak mendatangkan mudarat, tidak membahayakan kesehatan tubuh, tidak merusak akal, serta tidak merusak moral dan aqidah. Firman-Nya dalam Q.S. al-Baqārah/2 ayat 168 : 





2. Makanan Haram 

a. Semua makanan yang langsung dinyatakan haram dalam Q.S. alMāidah/5 ayat 3, yaitu:



Artinya : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu perbuatan fasik...” (Q.S. al-Māidah/5 : 3) 

Dalam ayat tersebut, makanan yang dinyatakan haram adalah : 
1) bangkai, 
2) darah, 
3) daging babi, 
4) daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah Swt., 
5) hewan yang mati karena tercekik, dipukul, terjatuh, ditanduk hewan lain, diterkam binantang buas, 
6) hewan yang disembelih untuk berhala. 

b. Semua jenis makanan yang mendatangkan mudarat/bahaya terhadap kesehatan badan, jiwa, akal, moral, dan akidah. Perhatikan Q.S. al-A’raf/7 ayat 33:




Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, dan perbuatan zalim tanpa alasan yang benar ...” (Q.S. al-A’raf/7 : 33)

c. Semua jenis makanan yang kotor dan menjijikkan (khobāis). Firman Allah dalam Q.S. al-A’raf/7 ayat 157:




d. Makanan yang didapatkan dengan cara batil. Perhatikan Q.S. an-Nisā’/4 ayat 29 berikut:




Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh Allah Maha Penyayang kepadamu” (Q.S. an-Nisā’/4 : 29) 

3. Minuman Halal 

Minuman halal adalah minuman yang boleh diminum menurut ketentuan hukum syariat Islam. Semua jenis minuman yang ada di muka bumi ini pada dasarnya halal hukumnya, kecuali terdapat dalil alQur’ān atau Hadits yang menyatakan keharamannya. 

Adapun jenis-jenis minuman yang halal adalah : 
a. tidak memabukkan, 
b. tidak mendatangkan mudharat bagi manusia, baik dari segi kesehatan 
badan, akal, jiwa maupun akidah, 
c. tidak najis, 
d. didapatkan dengan cara yang halal

4. Minuman Haram 
a. Minuman yang memabukkan (khamr). Hadis Rasulullah SAW:




Artinya :Dari Ibnu Umar ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap sesuatu yang memabukkan adalah khamr dan setiap yang memabukkan adalah haram” (H.R. Abu Daud) 

Berdasarkan hadis tersebut maka pengertian khamr itu mencakup segala sesuatu yang memabukkan, baik berupa zat cair, maupun zat padat, baik dengan cara diminum, dimakan, dihisap, atau disuntikkan ke dalam tubuh. Misalnya ganja, narkotika, morfin, heroin, bir, arak, dan berbagai minuman beralkohol lainnya. Hukum Islam menegaskan bahwa mengkonsumsi khamr, baik sedikit ataupun banyak hukumnya haram dan termasuk dosa besar. 
Hal ini sesuai sabda Rasulullah saw.:



Artinya : Dari Abdullah bin Umar dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Setiap yang memabukkan adalah haram dan sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun haram “ (H.R. Ibnu Majah) 

b. Minuman yang berasal dari benda najis atau benda yang terkena najis. Misalnya minuman yang berasal dari air kencing kucing. 

c. Minuman yang didapatkan dengan cara batil (tidak halal). Misalnya minuman yang didapatkan dengan cara merampok, merampas, dan memeras.

5. Manfaat Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal 
Seseorang yang membiasakan diri mengonsumsi makanan dan minuman yang halal akan memperoleh manfaat sebagai berikut : 
a. Mendapat rida Allah karena telah menaati perintah-Nya dalam memilih jenis makanan dan minuman yang halal. 
b. Memiliki akhlakul karimah karena setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi akan berubah menjadi tenaga yang digunakan untuk beraktivitas dan beribadah. 
c. Terjaga kesehatannya karena setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi bergizi dan baik bagi kesehatan badan. 

6. Akibat Buruk dari Makanan dan Minuman yang Haram 
Mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram akan menimbulkan akibat buruk bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya. Di antara akibat buruk tersebut adalah : 
a. Amal ibadahya tidak akan diterima dan doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah Swt. 
b. Makanan dan minuman haram bisa merusak jiwa terutama minuman keras (khamr). 

Akibat buruk meminum khamr di antaranya seperti: 
1) Menyebabkan berbagai macam penyakit psikologis (gangguan jiwa), misalnya gangguan daya ingat, gangguan mental, kegagalan daya pikir. 
2) Menimbulkan beban mental, emosional, dan sosial yang sangat berat. 
3) Menimbulkan beban penderitaan berkepanjangan dan hancurnya masa depan. 

c. Makan dan minuman yang haram dapat mengganggu kesehatan tubuh. Misalnya khamr dapat menyebabkan berbagai macam penyakit fisik, diantaranya tekanan darah tinggi, kanker, jantung, liver, sistem kekebalan tubuh menurun, serta merusak jaringan saraf otak. 

d. Menghalangi mengingat Allah Swt.




Artinya: “Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan śalat, maka tidakkah kamu mau berhenti ?” (Q.S. al-Māidah/5 : 91)

Alhamdulillah, sekarang kalian tentunya menjadi semakin tahu, bukan? Bahwa Allah Swt. memberikan aturan mengenai suatu makanan/minuman itu halal atau haram adalah untuk kebaikan, kesejahteraan, dan kesehatan manusia. Hal ini merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah Swt. kepada hamba-Nya.