Sunday, January 24, 2021

Sel Sebagai Unit Struktur Organisasi dan Fungsional kehidupan terkecil

Sel Sebagai Unit Struktur Organisasi dan Fungsional kehidupan terkecil


KD Pengetahuan 

3.6  Mengidentifikasi  sistem  organisasi kehidupan  mulai  dari  tingkat  sel sampai  organisme  dan  komposisi  utama penyusun sel

KD Keterampilan

4.6  Membuat  model  struktur  sel tumbuhan/hewan 

Indikator Pencapaian Kompetensi

Peserta didik dapat memahami sistem organiasi kehidupan dari tingkat sel sampai organisme
Peserta didik dapat menyebutkan  komponen utama penyusun sel beserta fungsinya
Peserta didik dapat membedakan sel, jaringan, organ, dan sistem organ 
Peserta didik dapat membuat model sel tumbuhan dan hewan

STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN

Organisasi kehidupan tersusun dari sel, jaringan, organ, sistem organ hingga organisme. Untuk dapat memahami organisasi kehidupan, maka kali ini kita akan membahas mengenai organisasi kehidupan, dari struktur dan fungsi sel hingga organisme.

SEL

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil pada makhluk hidup. Sel sebagai unit struktural terkecil bermakna bahwa sel merupakan penyusun yang mendasar bagi tubuh makhluk hidup. Setiap sel tersusun atas berbagai bagian, yaitu membran plasma, inti sel (nukleus), sitoplasma dan organel sel. Pada makhluk hidup multiseluler, sel-sel yang memiliki bentuk serupa, berkumpul bersama dan menjalankan satu fungsi yang sama maka akan membentuk jaringan. Jaringan-jaringan yang berbeda kemudian akan menyusun suatu organ yang memiliki fungsi tertentu. Organ-organ yang berbeda, yang bekerja bersama-sama akan membentuk sistem organ.
                                                            


Berikut tabel bagian-bagian sel beserta fungsinya

OrganelStrukturFungsi
NukleusBulat dengan membran berporiMengatur seluruh aktivitas sel
RibosomTersusun dari protein dan RNA ribosomal, berada bebaas di sitoplasma dan menempel pada RETempat sintesis protein
RETersusun dari kantung pipih dan tabung yang berhubungan dengan membran intiRE kasar : tempat sintesis protein RE halus : tempat sintesis lemak
Badan GolgiKantung pipih bertumpukMemproses protein yang akan dibawa ke luar atau ke dalam membran inti
LisosomVesikel yang terbentuk dari badan golgiMencerna makromolekul dan merusak sel-sel asing (fagositosis)
MitokondriaTersusun dari membran luar, membran dalam, krista dan matriksTempat respirasi seluler, yang menghasilkan ATP

PERBEDAAN SEL TUMBUHAN DAN SEL HEWAN

Peran ekologis tumbuhan adalah pembuat makanan atau menghasilkan makanan (auototrof), sedangkan hewan berperan sebagai pemakan tumbuhan dan hewan lainnya (heterotof)). Oleh karena itu, struktur walaupun keduanya termasuk eukariotik, sel tumbuhan dan sel hewan memiliki beberapa perbedaan.

TumbuhanSel Hewan
Memiliki dinding selTidak memiliki dinding sel
Memiliki vakuola berukuran besarMemiliki vakuola berukuran kecil
Memiliki plastidaTidak memiliki plastida
Tidak memiliki sentriolMemiliki sentriol

a.    Organel Sel Tumbuhan

Tumbuhan memiliki beberapa organel sel yang membedakannya dengan sel hewan. Organel-sorganel sel tumbuhan diuraikan sebagai berikut.  

1.   Dinding Sel

Bagian luar sel tumbuhan tersusun atas dinding sel yang sangat keras. Bahan utama penyusun dinding sel berupa zat kayu, yaitu selulosa yang tersusun dari glukosa.

  • Vakuola

Vakuola merupakan organel bermembran (tonoplas) yang berisi cairan vakuola. Peran vakuola pada sel tumbuhan adalah sebagai penyimpan cadangan makanan.

  • Plastida

Contoh plastida adalah kloroplas atau zat hijau daun, yang berperan dalam fotosintesis.

2. Organel Sel Hewan

Hewan memiliki organel yang khas pada sel nya, yaitu sentriol. Sentriol merupakan sepasang struktur seperti silinder yang memiliki lubang di tengah. Sentriol berperan untuk mengatur polaritas (kutub) pembelahan sel (hewan) dan mengatur pemisahan kromosom selama pembelahan sel.  

  • JARINGAN

Sel yang memiliki bentuk, fungsi dan sifat yang sama akan membentuk jaringan. Dalam hal ini akan dibahas mengenai jaringan tumbuhan dan jaringan hewan.

1.   Jaringan Tumbuhan

Macam-macam jaringan tumbuhan adalah jaringan meristem, jaringan epidermis, jaringan pengangkut dan jaringan penyokong.

a.    Jaringan Meristem

Jaringan meristem atau jaringan muda merupakan jaringan yang terdiri dari sekelompok sel tumbuhan yang aktif membelah.

  • Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis merupakan jaringan yang terletak  paling luar pada setiap organ tumbuhan, yaitu pada akar, batang dan daun. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung bagian dalam organ tumbuhan.

  • Jaringan Parenkim

Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar yang ditemukan pada hampir semua bagian (organ) tumbuhan.

  • Jaringan Penyokong

Jaringan penyokong atau jaringan mekanik merupakan jaringan yang berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh.

  • Jaringan Pengangkut

Berdasarkan fungsinya, jaringan pengangkut pada tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis). Jaringan xilem berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun, sedangkan jaringan floem, berfungsi mengangkut air dan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. 

        PENTING SERING KELUAR

Jaringan Permanen pada Tumbuhan : Mr-Epi-Kim-Kong-Angkut Meristem, Epidermis, Parenkim, Penyokong dan Pengangkut

  • Jaringan Hewan

Jenis jaringan yang umumnya dimiliki oleh hewan dan manusia ada lima macam, yaitu jaringan epitel, jaringan penyokong, jaringan otot, jaringan darah dan jaringan saraf.

a.    Jaringan Epitel

Jaringan epitel tersusun dari sel-sel yang rapat dan berdekaatan satu dengan yang lain sehingga tidak ada rongga antar sel. Fungsi utama jaringan epitel adalah melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga tubuh. Berdasarkan bentuknya, jaringan epitel dibagi menjadi tiga macam, yaitu pipih, kubus, dan slindris. Sel-sel ini dapat tersusun dalam satu sel lapis sel atau berlapis-lapis. Contoh: sel epitel yang terdapat pada dinding usus halus berbentuk slindris yang tersusun selapis.

  • Jaringan Penyokong

Jaringan ikat merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh. Bentuk sel-sel yang menyusun jaringan ikat memiliki berbagai fungsi, yaitu menyokong dan memperkuat jaringan lain, melindungi organ-organ tubuh, menyimpan energi (jaringan lemak), dan membentuk struktur tubuh (tulang). Jaringan ikat terdiri dari berbagai jenis, diantaranya :

1.   Jaringan Ikat

Jaringan ikat berfungsi untuk mengaitkan atau mengikat organ-organ tubuh. Misalnya, tendon menghubungkan otot dengan tulang.

  • Jaringan Lemak (Adiposa)

Jaringan lemak berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi organ-organ secara mekanis dari benturan, sebagai persediaan cadangan makanan, dan sebagai alat pengatur panas dengan cara menjaga suhu tubuh.

  • Jaringan Tulang

Jaringan tulang berfungsi sebagai pelindung bagian tubuh yang lunak. Jaringan ini dibagi dua macam, yaitu jaringan tulang keras dan jaringan tulang rawan.

Membran pada vakuola dinamakan tonoplas.

  • Jaringan Otot

Jaringan otot terdiri sel-sel otot. Jaringan ini bertanggung jawab untuk pergerakan anggota tubuh. Jaringan otot dikelompokkan menjadi tiga, yaitu otot rangka, otot jantung dan otot polos :

1.   Otot Rangka

Otot rangka bereaksi cepat terhadap stimulus dan tidak mampu bekerja lama. Otot rangka umumnya terdapat pada seluruh rangka tubuh.

  • Otot Jantung

otot polos. Otot jantung beraksi cepat terhadap stimulus dan mampu bekerja lama tanpa lelah.

  • Otot Polos

Otot polos bekerja tidak menurut kemauan kita dan mampu bekerja dengan waktu yang lama. Otot polos terdapat pada dinding semua organ tubuh yang berlubang (kecuali jantung), misalnya pembuluh darah, usus, kantung kemih dan rahim.

·         Jaringan Darah

Jaringan darah terdiri atas sel-sel darah dan plasma darah. Sel-sel darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Fungsi jaringan darah diantaranya,  membawa sari-sari makanan, hormon, oksigen, dan sisa-sisa hasil metabolisme, serta mencegah infeksi.

·         Jaringan Saraf  

Jaringan saraf merupakan jaringan yang berperan mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh. Jaringan ini tersusun atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron memiliki beberapa bagian, yaitu dendrit, badan sel dan akson. Dendrit berperan untuk menerima sinyal yang kemudian akan diantarkan dari inti sel ke badan sel. Badan sel, yaitu bagian utama neuron yang memiliki inti sel. Akson, berperan untuk mengirimkan sinyal-sinyal dari badan sel ke akson pada badan sel neuron yang lain.

·         Organ

Organ adalah gabungan beberapa jenis jaringan yang terorganisasi dalam fungsi tertentu. Berikut ini akan dibahas mengenai organ pada tumbuhan dan hewan.

1.   Organ pada Tumbuhan  

Berbagai jaringan tumbuhan melakukan diferensiasi menjadi tiga bagian pokok tumbuhan yaitu, akar, batang dan daun. Sedangkan, bunga, buah atau bagian lainnya dianggap suatu modifikasi dari organ pokok. Tiga bagian pokok dari tumbuhan dapat dijelaskan sebagai berikut.

a.    Akar

Akar memiliki tugas untuk memperkuat berdirinya tumbuhan, menyerap air, dan unsur-unsur hara yang terlarut di dalamnya, serta terkadang juga memiliki fungsi sebagai tempat untuk menimbun makanan.

Jaringan yang menyusun akar antara lain, jaringan epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut.

1.   Jaringan epidermis terletak di bagian paling luar, fungsinya melindungi jaringan dibawahnya.  Epidermis pada akar yang masih muda, dinding selnya tipis sehingga mudah dilalui air.

2.   Jaringan parenkim berperan sebagai penghubung antara jaringan epidermis dan jaringan pengangkut.

3.   Jaringan pengangkut, berperan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.

·         Batang

Batang merupakan organ penghubung akar dan daun. Jaringan-jaringan yang menyusun batang, antara lain jaringan epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut. Jaringan pengangkut terdiri dari xilem dan floem yang merupakan kelanjutan dari akar.

·         Daun

Daun tersusun atas beberapa jaringan, antara lain jaringan epidermis, jaringan tiang (palisade), jaringan bunga karang, dan jaringan pengangkut. Jaringan epidermis daun terletak pada permukaan bawah dan permukaan atas. Pada permukaan jaringan epidermis atas terdapat lapisan lilin (kutikula). Beberapa sel pada jaringan epidermis bawah ada yang berubah menjadi mulut daun (stomata). Fungsi utama daun adalah sebagai tempat fotosintesis atau produksi bahan makanan bagi tumbuhan.

·         Organ Pada Hewan

Berdasarkan letaknya, organ pada hewan dan manusia dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ dalam tubuh misalnya, jantung dan paru-paru. Jantung dan paru-paru, tersusun atas jaringan otot dan jaringan saraf. Jantung berfungsi memompa darah dan paru-paru berfungsi sebagai alat pernapasan. Sedangkan organ luar tubuh misalnya, mata. Mata tersusun atas beberapa jaringan, antara lain jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat.

·         Sistem Organ

Sistem organ adalah gabungan dari berbagai organ untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh. Setiap organ memegang perananyang sama penting dalam menjalankan fungsinya.

1.   Sistem Organ Tumbuhan

Seluruh organ yang ada pada tumbuhan (akar, batang dan daun) menjalankan fungsinya agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang.  Contohnya, sistem organ yang terdapat pada tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji adalah sistem transportasi (pengangkutan). Sistem transportasi tumbuhan melibatkan jaringan-jaringan pengangkut yang terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis.

·         Sistem Organ Hewan

Sistem organ hewan, misalnya pada tubuh manusia. Pada tubuh manusia terdapat kurang lebih sembilan sistem organ, yaitu sistem rangka, sistem otot, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem sirkulasi, sistem saraf, sistem endokrin, sistem ekskresi daan sistem reproduksi. 

OrganFungsi
RangkaTengkorak, tulang dada, tulang rusuk, tulang belakang, tulang bahu, tulang pinggul, serta tulang anggota badanMemberi bentuk tubuh, melindungi organ-organ yang lunak dalam tubuh, dan juga sebagai alat gerak pasif.
OtotOtot polos, otot rangka dan otot jantung.Membantu pergerakan tubuh (alat gerak aktif), dan tempat menyimpan senyawa cadangan
PencernaanMulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.Mencerna dan menyerap sari makanan
PernapasanHidung, laring, faring, bronkus dan paru-paruMengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dari tubuh serta menghasilkan energi
SirkulasiJantung, arteri, vena, pembuluh kapiler, pembuluh getah bening, dan kelenjar limfe.Mengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh,
SarafOtak, susmsum tulang belakang, 12 pasang saraf otak, dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang.Menerima dan menanggapi sinyal-sinyal dari dalam tubuh dan lingkungan.
ReproduksiOrgan reproduksi wanita : ovarium, uterus, oviduk dan vagina Organ reproduksi laki-laki : testis, vas deferens, epidedemis dan uretraMempertahankan kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup melalui proses perkembangbiakan.
Endokrin (hormon)Kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar hipofisis, adrenalin dan kelenjar kelamin (testis dan ovarium)Memproduksi hormon yang diperlukan untuk menjaga laju metabolisme tubuh.
EkskresiKelenjar keringat, hati, ginjal dan paru-paruMengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh.