Friday, March 11, 2022

Modul 2.2.A.6. Refleksi Terbimbing | GURU PENGGERAK ANGKATAN IV

Modul 2.2.A.6. Refleksi Terbimbing | GURU PENGGERAK ANGKATAN IV 



Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)


Sebutkan 3 hal menarik yang telah Anda pelajari! Kemukakan dengan alasan atau contoh berupa gambar/foto untuk memperjelas jawaban Anda.
  • Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) adalah hal yang sangat penting. Pembelajaran ini berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, juga untuk mengajarkan mereka menjadi orang yang berkarakter baik. Selaras dengan pemikiran Bapak Ki Hajar Dewantara, Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis kesadaran penuh adalah upaya untuk menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong bertumbuhnya budi pekerti, selain aspek intelektual.
  • Pembelajaran Sosial Emosional berdasarkan kerangka CASEL bertujuan untuk menumbuhakan Kompetensi Sosial Emosional, yaitu: (1) memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi (kesadaran diri); (2) Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri); (3) Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial); (4) membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan membangun relasi); dan (5) Membuat keputusan yang bertanggung jawab. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab).
  • Kesadaran penuh (mindfulness) muncul saat seorang sadar sepenuhnya pada apa yang sedang dikerjakan, atau dalam situasi yang menghendaki perhatian yang penuh. Kesadaran penuh (mindfulness) dapat dilatih dan ditumbuhkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah latihan menyadari nafas. Latihan berkesadaran penuh (mindfulness) dapat membangun keterhubungan diri sendiri (self-awareness) dengan berbagai kompetensi emosi dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, sebelum memberikan respon dalam sebuah situasi sosial yang menantang, kita berhenti, bernafas dengan sadar, mengamati pikiran, perasaan diri sendiri maupun orang lain, dan mengambil tindakan yang lebih responsif, bukan reaktif.

Sebutkan 2 hal penting yang Anda pelajari! Kemukakan dengan alasan atau contoh berupa gambar/foto untuk memperjelas jawaban Anda.

  • Pembelajaran Sosial Emosional berdasarkan kerangka CASEL bertujuan untuk menumbuhakan Kompetensi Sosial Emosional pada peserta didik agar terbentuk karakter yang baik dan mampu beradaptasi dalam lingkungan sosial cultural lingkungan sekolah
  • Pembelajaran sosial dan emosional dapat diberikan dalam tiga ruang lingkup: (1) Rutin: pada saat kondisi yang sudah ditentukan di luar waktu belajar akademik, (2) Terintegrasi dalam mata pelajaran: misalnya melakukan refleksi setelah menyelesaikan sebuah topik pembelajaran, membuat diskusi kasus atau kerja kelompok untuk memecahkan masalah, dll; (3) Protokol menjadi budaya atau aturan sekolah yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan diterapkan secara mandiri oleh murid atau sebagai kebijakan sekolah untuk merespon situasi atau kejadian tertentu.

Sebutkan 1 hal yang Anda ingin coba dan terapkan dalam kelas! Jelaskan alasan Anda!

Saya ingin konsisten menerapkan latihan mindfulness melalui latihan menyadari nafas (mindful breathing). Latihan menyadari nafas dapat dilakukan dengan mudah oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Mengapa penting untuk menyadari nafas? Karena napas adalah jangkar yang dimiliki setiap orang untuk berada di sini dan masa sekarang (here and now) dan melatih untuk memahami diri sendiri, lingkungan dan menstabilkan emosi.




Thursday, March 3, 2022

Studi Kasus 5 | 2.2.a.4.1.e. Eksplorasi Konsep - Kasus 5

Studi Kasus 5 |   2.2.a.4.1.e. Eksplorasi Konsep - Kasus 5

2.2.a.4.1.e. Eksplorasi Konsep - Kasus 5





Pengantar:
Bapak Eling telah menjadi guru selama lebih dari 5 tahun. Suatu pagi, Bapak Eling merasakan tubuhnya seakan berat untuk bangun dari tidurnya. Dia juga merasa berat untuk berdiri dan bergerak berangkat menuju sekolah. Akhir–akhir ini pun selama berada di dalam kelas, Bapak Eling sering tiba-tiba merasakan jantungnya berdetak cepat. Pikirannya bercabang-cabang, dan ia sering merasakan dirinya mengalami kecemasan. Saat ini memang selain sibuk mengajar, Bapak Eling juga harus menjadi ketua panitia perayaan 17 Agustus yang akan dilaksanakan di sekolahnya 1 bulan lagi.  Berikut 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca. 
Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.

Setelah bekerja selama 5 tahun di sekolah yang sama, Bapak Eling merasa mulai kewalahan dengan berbagai tanggung jawab tambahan yang harus dijalankan. Bapak Eling mendapatkan tanggung jawab ekstra karena dipercaya oleh kepala sekolah. Kepala sekolah melihat pengalaman Bapak Eling sudah jauh lebih banyak dibandingkan guru-guru yang lain. Itu sebabnya, Bapak Eling diminta untuk menjadi penanggung jawab beberapa  acara penting di sekolah, menjadi wakil sekolah di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Awalnya Bapak Eling merasa tugas tambahan tersebut sangat menantang. Namun saat ini, dia tidak merasa tertantang lagi. Ditambah dirinya merasa bahwa akhir-akhir ini, kinerjanya sebagai guru juga semakin menurun. Karena itu, Bapak Eling terpikir untuk menulis surat pengunduran diri. 


1. Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling ? 

Merasa capek karena beliau harus mengerjakan banyak tugas tambahan diluar tugas utamanya sebagai guru. 

Merasa bosan, karena harus mengerjakan rutinitas tugas tambahan yang hampir sama sedangkan guru lainnya tidak mendapatkan tugas sebanyak beliau. 

Merasa bingung, karena Pak Eling tidak percaya diri dalam menentukan skala prioritas dalam menyelesaikan berbagai macam tugas yang sedang diembannya. 

Merasa kecewa karena tidak ada dukungan dari stakeholder untuk membantu dalam mengemban tugas tambahan

Merasa khawatir, karena sebetulnya beliau memahami tugas utamanya adalah mengajar tapi sering terbengkalai karena harus mengerjakan tugas tambahan lainnya. 

2. Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut ? 

Pengenalan diri / Pengelolaan Diri – memahami bahwa tim yang solid dan komunikasi yang baik akan menyelesaikan multitasking yang diberikan, serta belajar untuk menentukan skala prioritas pekerjaan, tupoksi serta bijaksana dalam manajemen waktu. 

Kesadaran Diri – melakuakn refleksi secara mandiri, dan sharing terhadap teman sejawat/TIM untuk saling menguatkan, menerima solusi dan saran terhadap masalah yang dihadapi. 

Melakukan STOP untuk mengembalikan kesadaran diri sepenuhnya terhadap keputusan yang akan dibuat. Dengan menganalisan dengan BAGJA terhadap kekuatan TIM dan teman sejawat yang mendukungnnya

Kesadaran Sosial –Menganalisis peran yang diberikan di sekolah dan tugas tugas tambahan yang diberikan dengan senantiasa mengkomunikan dengan TIM dan teman sejawat untuk mencipatkan iklim sekolah yang kondusif. 

Keterampilan Berelasi – Kerja Sama dan Resolusi Konflik Pak Eling diberikan kepercayaan yang over sehingga multitasking, semua pekerjaan akan teratasi dengan baik jika beliau memiliki komunikasi yang positif antar TIM. Untuk itu kemampuan komunikasi dan hubungan personal yang saling menguntungkan harus terus dibina dan dikembangkan oleh Pak Eling.

3. Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?

Melakukan komunikasi personal emosional, Mindfullness melalui STOP dan analisa BAGJA pada sebuah tujuan dan impian bersama untuk memajukan sekolah serta melakukan komunikasi asertif pada TIM dan Atasan sehingga tercipta percaya diri terhadap beban kerja yang diberikan hal ini dilakukan agar iklim sekolah tetap kondusif disamping itu melakukan kaderisasi dengan guru lain melalui pembinaan secara kontinu agar tugas tambahan bisa di alihkan kepada guru yang kompeten melalui sistem kaderisasi sehingga tugas utama sebagai guru dapat normal kembali.

 

STUDI KASUS 4 | 2.2.a.4.1.d. Eksplorasi Konsep - Kasus 4

STUDI KASUS 4  |  2.2.a.4.1.d. Eksplorasi Konsep - Kasus 4

2.2.a.4.1.d. Eksplorasi Konsep - Kasus 4







Pengantar:

Bapak Eling telah menjadi guru selama lebih dari 5 tahun. Suatu pagi, Bapak Eling merasakan tubuhnya seakan berat untuk bangun dari tidurnya. Dia juga merasa berat untuk berdiri dan bergerak berangkat menuju sekolah. Akhir–akhir ini pun selama berada di dalam kelas, Bapak Eling sering tiba-tiba merasakan jantungnya berdetak cepat. Pikirannya bercabang-cabang, dan ia sering merasakan dirinya mengalami kecemasan. Saat ini memang selain sibuk mengajar, Bapak Eling juga harus menjadi ketua panitia perayaan 17 Agustus yang akan dilaksanakan di sekolahnya 1 bulan lagi.  Berikut 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca. 
Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.
Setelah selesai memeriksa proposal acara 17 Agustus, Bapak Eling mengirimkan proposal tersebut kepada kepala sekolah. Ternyata proposal yang dikirimkan oleh Bapak Eling dinilai tidak sesuai oleh kepala sekolah. Kepala Sekolah meminta agar isinya sesuai dengan pengarahan awal yaitu agar acara lebih banyak melibatkan orang tua murid. Bapak Eling tidak menyangka jika dia harus melakukan koreksi dan koordinasi ulang dengan tim acara. Revisi proposal tentu akan memakan waktu lagi dan Bapak Eling sudah membayangkan ini akan menghambat tugas-tugasnya yang lain. Bapak Eling mengungkapkan hal ini kepada wakil ketua panitia. Bapak Eling mengungkapkan bahwa dia tidak mau mengubah proposal dan meminta Wakil  Ketua Panitia tersebut yang merevisi proposal.

1. Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling ? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas. 

Merasa kecewa karena ternyata proposalnya tidak diterima oleh kepala sekolah

Merasa lelah karena sudah mengerjakan proposal 17 Agustus bahkan mengerjakan di sela-sela sambil mengerjakan tugas-tugas penting lainnya sebagai guru. 

2. Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut ? 

Pengenalan Diri / Pengelolaan Diri – Memahami posisi beliau sebagai guru yang memiliki atasan yaitu kepala sekolah. 

Kesadaran Diri – Melakukan STOP untuk relaksasi terhadap kondisi pikiran yang merasa kecewa dan memahami draft kegiatan acara 17 Agustus bersama dengan tim untuk melakukan revisi  pada proposal sehingga kedepannya mendapatkan kesepakatan win – win solution. 

Keterampilan Berelasi – Kerja Sama dan Resolusi Konflik Keterampilan mengelola tugas dan peran dalam kelompok. Melakukan kolaborasi dalam membuat revisi proposal sesuai dengan kesepakatan awal dengan banyak melibatkan wali murid, dan mengkomunikasikan kepada kepala sekolah dengan TIM Inti sekaligus mempertanggung jawabkan dan menyampaikan alasan yang tepat dan masuk akal yang sekiranya bisa diterima oleh kepala sekolah. 

3. Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan ?  mencari benang merah kesalahan proposal dan memahami seksama terhadap proposal yang telah dibuat bersama Tim dan Saling memperkuat dan memotivasi bahwa semua akan baik – baik saja, serta menebarkan getaran positif ke anggota agar tidak muncul kegaduhan dalam tim.

 

STUDI KASUS 3 | 2.2.a.4.1.c. Eksplorasi Konsep - Kasus 3

STUDI KASUS 3  |  2.2.a.4.1.c. Eksplorasi Konsep - Kasus 3

2.2.a.4.1.c. Eksplorasi Konsep - Kasus 3





Pengantar:
Bapak Eling telah menjadi guru selama lebih dari 5 tahun. Suatu pagi, Bapak Eling merasakan tubuhnya seakan berat untuk bangun dari tidurnya. Dia juga merasa berat untuk berdiri dan bergerak berangkat menuju sekolah. Akhir–akhir ini pun selama berada di dalam kelas, Bapak Eling sering tiba-tiba merasakan jantungnya berdetak cepat. Pikirannya bercabang-cabang, dan ia sering merasakan dirinya mengalami kecemasan. Saat ini memang selain sibuk mengajar, Bapak Eling juga harus menjadi ketua panitia perayaan 17 Agustus yang akan dilaksanakan di sekolahnya 1 bulan lagi.  Berikut 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca. 
Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.

Saat mempelajari proposal acara 17 Agustus di antara jam mengajar dan mengoreksi pekerjaan murid-murid, Bapak Eling menyadari salah seorang murid kelas 10 yang berprestasi dalam kejuaraan renang tidak mengumpulkan tugasnya. Pak Eling memanggil murid tersebut. Murid tersebut mengungkapkan pada Bapak Eling bahwa dia sebenarnya merasakan lelah dan mengantuk saat berada di dalam kelas maupun di rumah karena latihan keras menjelang kejuaraan bulan depan. Bapak Eling menilai, seharusnya murid tersebut bekerja lebih keras sebagai konsekuensi dari pilihannya menjadi murid atlet.


1. Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling ? 

Merasa capek karena mengerjakan overtask dalam tugas utamanya sebagai guru (mengecek proposal 17 Agustus, mengajar dan mengoreksi pekerjaan murid). 

Merasa kecewa karena ada siswa sekaligus atlet berprestasi tidak mengumpulkan tugas sesuai instruksi yang diberikan Pak Eling. 

Merasa bingung, karena dalam waktu bersamaan harus mengerjakan tugas sebagai guru, ada siswa berprestasi bermasalah, serta koresksi proposal sehingga skala prioritas terhadap suatu pekerjaan terabaikan. 

2. Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut ? Jelaskan jawaban Anda. 

Pengenalan diri / Pengelolaan Diri – Pak Eling merupakan guru multitasking, akan tetapi perlu memahami perlunya skala prioritas dan posisi diri sebagai pengajar maka yang menjadi fokus pada kegiatan belajar mengajar

Kesadaran Diri – Memahami sepenuh hati bahwa guru adalah ing ngarso sung tuladha, berupa memberi contoh dan ing madyo mangun karsa yaitu memotivasi dan tut wuri handayani mendoring siswa untuk berkarya. 

Kesadaran Sosial – Keterampilan Berempati dengan memahami filosofi Ki hajar dewantara yaitu memberikan motivasi kepada siswa yang berprestasi serta melalkukan segitiga restitusi untuk mengembalikan emosi dan semangat siswa untuk senantias berprestasi

3. Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan ? 

Saya akan memahami situasi yang dihadapi murid melalui segitiga restitusi untuk mengembalikan jati diri Murid dan menguatkan kesepakapatan kelas agar budaya positif dalam menanamkan sikap tanggung jawab dan disiplin tetap terjaga.

 

STUDI KASUS 2 I 2.2.a.4.1.b. Eksplorasi Konsep - Kasus 2

 STUDI KASUS 2 | 2.2.a.4.1.b. Eksplorasi Konsep - Kasus 2



Bapak Eling telah menjadi guru selama lebih dari 5 tahun. Suatu pagi, Bapak Eling merasakan tubuhnya seakan berat untuk bangun dari tidurnya. Dia juga merasa berat untuk berdiri dan bergerak berangkat menuju sekolah. Akhir–akhir ini pun selama berada di dalam kelas, Bapak Eling sering tiba-tiba merasakan jantungnya berdetak cepat. Pikirannya bercabang-cabang, dan ia sering merasakan dirinya mengalami kecemasan. Saat ini memang selain sibuk mengajar, Bapak Eling juga harus menjadi ketua panitia perayaan 17 Agustus yang akan dilaksanakan di sekolahnya 1 bulan lagi.  Berikut 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca. 

Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.


STUDI KASUS 2

Selesai kegiatan belajar mengajar berakhir, Bapak Eling memimpin rapat panitia besar yang akan memutuskan revisi akhir acara. Rapat yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam menghasilkan tugas baru bagi Pak Eling untuk mempelajari perubahan proposal acara. Pak Eling perlu memastikan semua perencanaan, pengaturan personil, dan pengaturan anggaran sudah tepat. Sesuai rencana, panitia acara sudah harus mulai bekerja setelah proposal disetujui oleh kepala sekolah. Oleh karena itu, Bapak Eling diminta untuk mengirimkan proposal ini kepada kepala sekolah selambat – lambatnya lusa. Karena mendahulukan proposal ini, Bapak Eling pun lupa menyiapkan rubrik untuk pembelajaran geografi keesokan harinya. Keesokan paginya, Bapak Eling, masuk kelas dan lupa mengunduh rubrik proyek geografi sehingga proses pembelajaran sempat tersendat.


1.      Apakah situasi yang dihadapi  Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas.

Pak Eling  merasa bingung, karena dalam waktu yang hampir bersamaan harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang dirasa sama-sama penting. Selain itu Pak Eling mengalami kelelahan sehingga menjadi kurang fokus.

2.      Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?

·         Pengenalan diri  :memahami peran sebagai guru, hal ini bisa dilakuakan dengan manajemen waktu dan manajemen relasi dalam menyelesesaikan tugas secara kolaboratif, sehingga Pak Eling sendiri bisa mengelola kelas secara profesional.

·         Kesadaran Diri - membuat skala prioritas dalam menyelesaikan terhadap suatu tugas yang diberikan baik tugas utama atau pun tugas tambahan.

·         Melakukan relaksasi dengan STOP (berhenti sejenak, tarik nafas, amati apa yang sedang terjadi baik yang terjadi pada diri sendiri atau keadaan disekelilingnya, baru melanjutkan aktifitas selanjutnya) untuk mengembalikan kesadaran diri sepenuhnya pada saat ini.

·         Keterampilan Berelasi – Kerja Sama dan Resolusi Konflik yaitu Keterampilan mengelola tugas dan peran dalam mengerjakan tugas secara berkolaborasi sesuai tupoksi kepanitiaan sehingga semua orang harus mengerjakan tanggung jawab sesuai peran masing-masing.

3.      Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan  Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan kerangka atau panduan yang ada di artikel-artikel yang telah dibaca sebelumnya)

·         Mengkondisikan pembelajaran agar tidak tersendat dan kondusif, yaitu meminta murid untuk menyiapkan alat dan bahan untuk kebutuhan pembuatan proyek dan mereview materi sebelumnya terlebih dahulu sembari saya menyiapkan dan mendownload rubrik penilaian, sehingga kelas tetap kondusif dan rubrik penilaian pun tetap bisa disiapkan.

·         Melakukan tupoksi kepanitiaan secara proporsional sehingga tugas utama dan tambahan dapat berjalan selaras dan seirama 

STUDI KASUS 1 | 2.2.a.4.1.a. Eksplorasi Konsep - Kasus 1

 STUDI KASUS 1 | 2.2.a.4.1.a. Eksplorasi Konsep - Kasus 1



Bapak Eling telah menjadi guru selama lebih dari 5 tahun. Suatu pagi, Bapak Eling merasakan tubuhnya seakan berat untuk bangun dari tidurnya. Dia juga merasa berat untuk berdiri dan bergerak berangkat menuju sekolah. Akhir–akhir ini pun selama berada di dalam kelas, Bapak Eling sering tiba-tiba merasakan jantungnya berdetak cepat. Pikirannya bercabang-cabang, dan ia sering merasakan dirinya mengalami kecemasan. Saat ini memang selain sibuk mengajar, Bapak Eling juga harus menjadi ketua panitia perayaan 17 Agustus yang akan dilaksanakan di sekolahnya 1 bulan lagi.  Berikut 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca. 

Berikut kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.

    Saat itu jam pelajaran terakhir. Sebelum rapat panitia besar 17 Agustus untuk memfinalisasi acara, Bapak Eling masuk ke kelas 9 untuk mengajar mata pelajaran geografi. Sejak pagi, Bapak Eling sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan. Pada pelajaran ini, anak-anak diizinkan menggunakan gawai mereka untuk mengerjakan proyek kelompok. Setelah beberapa saat Bapak Eling melakukan pengecekan apakah setiap murid bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab mereka. Saat mendekati meja salah satu siswa, Diana, 

Pak Eling mendapati muridnya itu sedang menggunakan gawainya untuk mengerjakan tugas pelajaran lain. Bapak Eling spontan mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi. “Jadi ini yang dari tadi kamu lakukan?”  Seisi ruang kelas terkejut.  Wajah Diana memerah.  Ia tampak malu dan tidak menyangka Bapak Eling merespon sekeras itu.


Studi Kasus 1

1. Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling ? Mohon uraikan dengan singkat dan jelas. 

Menurut pendapat saya Bapak Eling mengalami stres yang disebabkan overtask yang diperoleh sehingga menyebabkan kelelahan dan emosi menjadi tidak stabil saat kegiatan pembelajaran di kelas. 

Merasa kecewa karena Diana tidak mengerjakan tugas sesuai instruksi yang diberikan Pak Eling 

Merasa khawatir jika hasil rapatnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. 

2. Apa kompetensi sosial dan emosional yang dibutuhkan Bapak Eling dalam menghadapi  masalah tersebut ? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan artikel – artikel yang telah dibaca sebelumnya) 

Kompetensi sosial emosional yang dibutuhkan Pak Eling adalah: 

Pengenalan diri berupa Pengelolaan Diri Mengelola Emosi dan Fokus untuk Mencapai Tujuan; hal ini dibutuhkan Pak Eling untuk bisa fokus pada apa yang sedang dihadapi dan apa yang dikerjaan saat itu, yaitu sebagai guru yang profesional. 

Kesadaran Diri dengan cara melakukan refleksi kepada diri sendiri terlebih dahulu apa yang sedang dia rasakan saat menghadapi murid teresebut, apakah merasa capek, kecewa, atau khawatir. 

Kompetensi sosial emosional melalui metode STOP (berhenti sejenak, tarik nafas, amati apa yang sedang terjadi baik yang terjadi pada diri sendiri atau keadaan disekelilingnya, baru melanjutkan aktifitas selanjutnya) 

Kesadaran Sosial – Keterampilan Berempati Jika Pak Eling sudah memiliki pemahaman dan kemampuan mengenal serta mengelola diri sendiri, dengan cara membangun kemampuan untuk menempatkan diri dan melihat perspektif orang lain

3. Seandinya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan ? 

Saya akan mengontrol emosi saya melalui teknik STOP dan memberikan pemahaman ke diri sendiri bahwa saat ini saya sedang menjalankan peran tugas mengajar. Pada saat peserta didik lain sudah keluar ruangan, saya akan mengingatkan kembali kesepakatan kelas, segitiga restitusi dan meminta melakukan konsekuensi sesuai dengan kesepakatan kelas yang sudah disetujui bersama.