Pendidikan merupakan kunci utama bagi suatu negara untuk unggul dalam persaingan global
Monday, August 24, 2020
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
KD :
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Klasifikasi Mahluk hidup
KD :
3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan karakteristik yang diamati
4. 2 Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1. Siswa mampu memahami jenis klasifikasi makhluk hidup melalui literasi digital dan literasi baca tulis
2. Siswa mampu menyajikan hasil klasifikasi makhluk hidup dilingkungan sekitar melalui pengamatan langsung
Klasifikasi makhluk hidup merupakan suatu kegiatan mengelompokan makhluk hidup menjadi golongan atau unit yang lebih kecil.
Tujuan dari klasifikasi itu sendiri yakni,
1. Memudahkan orang-orang dalam mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam
2. Dapat membedakan makhluk hidup satu dengan lainnya, serta
3. Menyederhanakan objek studi.
Jenis Klasifikasi
Ilmu yang mempelajari klasifkasi makhluk hidup yaitu Taksonomi. Bapak klasifikasi makhluk hidup yang dikenal di dunia adalah Caroleus Linneaus.
Berikut macam-macam klasfikasi makhluk hidup
Ada bermacam-macam sistem klasifikasi makhluk hidup. Pengklasifikasian makhluk hidup dilakukan dengan alasan – alasan tertentu. Ada banyak alasan yang digunakan para ahli sebagai dasar sistem klasifikasi. Dari berbagai alasan yang pernah digunakan para ahli, sistem klasifikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok, yaitu klasifikasi sistem alami, klasifikasi sistem buatan, klasifikasi sistem filogenetik.
1. Klasifikasi Sistem Alami (Aristoteles)
Klasifikasi sistem alami adalah suatu pengelompokan yang didasarkan pada bentuk tubuh alami, habitat, perilaku dan struktur sehingga terbentuk takson-takson yang alami. Klasifiaksi ini membagi makhluk hidup menjadi dua dunia (kingdom), yaitu hewan dan tumbuhan. Dunia hewan ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan perilakunya, sedangkan tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan strukturnya.
2. Klasifikasi Sistem Buatan (Carolus Linneaus)
Klasifikasi sistem buatan adalah pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan atas adanya beberapa persamaan ciri morfologi, alat reproduksi, lingkungan tempat tumbuh, dan daerah penyebarannya tanpa memperhatikan kesamaan struktur yang mungkin memperlihatkan hubungan kekerabatan. Kelebihan sistem ini adalah semua orang dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup dengan menentukan sendiri aturan yang digunakan.
3. Klasifikasi Sistem Filogenik (Charles Darwin)
Klasifikasi sistem filogenik adalah suatu sistem klasifikasi untuk mencerminkan gambaran urutan perkembangan makhluk hidup sejarah filogenetiknya, serta jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lain. Kelebihan sistem ini adalah dapat mengetahui adanya hubungan filogenik antara makhluk hidup yang berbeda dalam satu kelompok.
Anggota-anggota dalam tingkatan takson yang semakin tinggi mempunyai persamaan semakin sedikit. Sebaliknya, makin rendah tingkatan takson, maka semakin banyak persamaannya.
Umumnya kelompok (takson) dari tinggi ke rendah adalah sebagai berikut:
1. Kingdom (Dunia)
Definisi Kingdom adalah suatu tingkatan atau takson makhluk hidup yang paling atas atau yang paling tinggi dalam suatu tingkatan takson makhluk hidup . Contoh: kingdom animalia, kingdom plantae, kingdom protista, kingdom monera, dan kingdom fungi.
2. Phylum (Filum) atau Division (Divisi)
Definisi Phylum adalah suatu tingkatan dibawah kerajaan (kingdom) untuk hewan yang pengelompokannya mempertimbangkan ciri-ciri dan struktur serta keturunan evolusi pada suatu organisme Contoh: Mollusca, Porifera, Cnidaria, Platyhelminthes, Nematoda, Annelida, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.
Definisi Divisio adalah suatu tingkatan dibwah kerajaan (kingdom) untuk tumbuhan yang pengelompokannya mempertimbangkan ciri-ciri dan struktur serta kerturunan evolusi pada suatu organisme Contoh : Bryophyta, Pteridophyta, Tumbuhan berbiji (Spermatophyta).
3. Classis (Kelas)
Definisi Classic adalah sekelompok ordo yang serupa dalam tingkatan klasifikasi makhluk hidup, class Lebih tinggi daripada Ordo Contoh : Monocotyledoneae(Liliopsida), Dicotyledoneae(Magnoliopsida), Mammalia, Amphibia, Reptile, dan Aves.
4. Ordo (Bangsa)
Definisi Ordo adalah Tingkatan takson yang menghimpun beberapa famili dalam tingkatan klasifikasi makhluk hidup. Contoh : Ordo Apodes, ordo Acthopterygi,dll.
5. Familia (Suku)
Definisi Familia adalah tingkatan takson di bawah ordo yang memiliki kekerabatan dekat dan memiliki banyak persamaan ciri. Contoh : Canidae (keluarga anjing), Falidae (keluarga kucing)
6. Genus (Marga)
Definsi Genus adalah tingkatan takson yang berada satu tingkat diatas spesies, genus terdiri atas beberapa spesies yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama.
7. Species (Spesies/Jenis)
Definisi Spesies adalah tingkatan takson yang paling rendah, spesies merupakan sekelompok individu atau makhluk hidup yang menunjukan beberapa karakteristik penting berbeda dari kelompok-kelompok lain baik secara marfologi, fisiologi, atau biokimia.
Smart Sains : KFC OF GS (Kingdom/divisio, Filum, Class, Ordo, Famili, Genus, Spesies)
Sunday, August 9, 2020
PENGUKURAN DAN BESARAN
PENGUKURAN
3.1 Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku)
4.1 Menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Siswa mampu melakukan konsep pengukuran berbagai satuan standar baku dan tak baku
2. Siswa mampu menyajikan membuat tabel hasil pengukuran dengan alat ukur satuan tak baku.
"Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan".
Misalnya, kamu melakukan kegiatan pengukuran panjang meja dengan pensil. Dalam kegiatan tersebut artinya kamu membandingkan panjang meja dengan panjang pensil. Panjang pensil yang kamu gunakan adalah sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka disebut besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebut satuan. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak baku.
BESARAN POKOK
"Konsep: Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu. Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok."
Sistem satuan besaran fisika pada prinsipnya bersifat standar atau baku, yaitu bersifat tetap, berlaku universal, dan mudah digunakan setiap saat dengan tepat. Sistem satuan standar ditetapkan pada tahun 1960 melalui pertemuan para ilmuwan di Sevres, Paris. Sistem satuan yang digunakan dalam dunia pendidikan dan pengetahuan dinamakan sistem metrik, yang dikelompokkan menjadi sistem metrik besar atau MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut sistem internasional atau disingkat SI dan sistem metrik kecil atau CGS (Centimeter Gram Second).
BESARAN TURUNAN
Besaran yang dijabarkan dari besaran pokok.
SATUAN BAKU
1) satuan selalu tetap, artinya tidak mengalami perubahan karena pengaruh apapun, misalnya
2) bersifat internasional, artinya dapat dipakai di seluruh negara.
3) mudah ditiru bagi setiap orang yang akan menggunakannya.






