Tuesday, November 3, 2020

Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Menganalisis  konsep  suhu,  pemuaian, kalor,  perpindahan  kalor,  dan penerapannya  dalam  kehidupan sehari-hari 

Indikator Pencapaian Kompetensi  

1. Siswa mampu menelaah hubungan konsep suhu, dan perpindahan kalor dengan benar
2. Siswa mampu mengoperasionalkan perpindahan kalor dengan teliti 



Sebelum kita mulai pembelajaran hari ini mari kita mulai dengan Berdoa 
Selanjutnya silahkan isikan presensi kehadiran pada form berikut 


Suhu dan kalor akan kita bahas secara detail dalam sahabatsains berikut. Pernahkah kalian terkena sengatan api? Lalu bagaimana rasanya? Tentu jari kalian akan terasa panas ya. Nah, panas disini merupakan salah satu ukuran dari suhu suatu benda selain dingin. Benda bersuhu dingin akan memiliki suhu rendah, sedangkan benda bersuhu panas akan memiliki suhu yang tinggi. Suhu rendah atupun dingin ini dapat menunjukkan angka yang dapat diukur menggunakan suatu alat pengukur suhu. Alat pengukur suhu yang sering digunakan oleh masyarakat pada umumnya adalah termometer. Termasuk alat untuk mengukur suhu tubuh ketika kamu sedang demam tinggi, orang tuamu bisa mengetahui seberapa tinggi suhu badanmu dengan menggunakan alat yang disebut termometer ini. Mari Sahabat kita belajar bersama tentang suhu dan kalor. Materi IPA Kelas 7

Perbedaan Suhu dan Kalor        

Suhu adalah ukuran yang menyatakan energi panas tersimpan dalam suatu benda. Benda bersuhu tinggi berarti memiliki energi panas yang tinggi, begitu juga sebaliknya. Kalor adalah perpindahan energi panas yang terjadi dari benda bersuhu yang lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah.

 

Perpindahan Panas

Perpindahan panas dapat dibagi menjadi 3 yaitu 

1. Konduksi  

Konduksi yaitu energi panas bergerak tanpa disertai pergerakan permanen medium yang menjadi penghantar panas. Contoh peristiwa konduksi adalah rambatan panas pada material logam seperti besi, kawat, dan alumunium. Pada level molekuler, konduksi terjadi karena adanya tubrukan antara molekul berkecapatan lebih tinggi dengan molekul berkecepatan lebih rendah. Hal ini menghasilkan peningkatan energi kinetik molekular yang selanjutnya meningkatkan suhu.

2. Konveksi

        Konveksi adalah perpindahan panas yang terjadi seiring dengan perpindahan zat perantara atau medum. Contoh dari konveksi adalah pendinginan ruangan dengan AC dan pemanasan air. Pada level molekular, peningkatan suhu akan berpengaruh pada peningkatan volume dan juga kerapatan medium. Medium yang lebih renggang akan bergerak ke bawah, dan medium yang rapat bergerak ke atas. Medium yang lebih renggang adalah medium yang bersuhu lebih rendah, sebaliknya medium lebih rapat berarti suhu lebih tinggi. Pergerakan antar medium inilah yang mengakibatkan perpindahan panas.

3. Radiasi

Radiasi adalah penghantaran energi panas tanpa dibutuhkan penghantar. Panas ditransmisikan dengan emisi gelombang elektromagnetik. Pada level molekular, radiasi panas terjadi karena pergerakan acak momentum dan atom akibat radiasi elektromagnetik. Setiap benda akan mengeluarkan radiasi termal, bergantung dari panas yang dimiliki. Semakin panas objek tersebut makan semakin besar radiasinya. Salah satu contoh radiasi panas adalah perpindahan energi panas dari matahari ke bumi dan benda-benda antariksa lainnya
Coba lakukan simulasi menggunakan aplikasi Phet-Cholorado Berikut:



2 comments: